Kamis, 2 Juli 2026

Purbaya Menkeu Akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Q3 dan Q4 2026 Capai 6 Persen

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan memberikan keterangan pers di kantor Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto Lea Citra suarasurabaya.net

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal 3 dan 4 2026 mencapai 6 persen. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan akan mendorong pertumbuhan sektor riil.

“Kalau dari kita ya akan insentif di mobil listrik. Nanti perbaikin tadi akses ke pendanaan dari perusahaan-perusahaan yang export oriented seperti tekstil, furniture, sepatu,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026).

Ia memastikan pertumbuhan ekonomi ke depan akan di atas 5,5 persen.

Kementerian Keuangan akan mengadakan rapat dalam waktu dekat, untuk mendorong akses pendanaan yang lebih bagus dan lebih murah untuk sektor riil.

“Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat supaya mereka punya akses ke pendanaan yang lebih bagus dan lebih murah. Saya bisa masuk lewat lembaga penjaminan ekspor Indonesia. Di situ uangnya juga banyak, sebagian nganggur selama ini rupanya.”

Saat ini pemerintah fokus mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah 6 persen. Lantaran pemerintah bakal mengucurkan berbagai stimulus ekonomi ke depan.

“Saya mendorong ke arah 6, kan. Makanya, kemarin tuh agak sakit dikit udah disembuhin, supaya kita bisa gerak lebih cepat lagi. Aku bakal kasih stimulus di sepanjang tahun. Kita akan pastikan sektor swasta bekerja dengan baik,” ujarnya.

Dalam mendorong usaha peningkatan pertumbuhan ekonomi di kuartal 2, 3, dan 4 2026. Purbaya juga akan memastikan invisible hand bekerja di sektor finansial.

“Bukan hanya stimulus aja, ada berbagai cara. Antara yang misalnya kita paksakan perbankan kerja. Dia memberikan kemudahan akses ke riil sektor. Apalagi kan sekarang banknya punya Danantara, yang itu satu komando kan. Yang saya kerjakan adalah bukan saya paksa banknya minjam, tapi saya akan pastikan invisible hand bekerja di sektor finansial,” ujarnya.

Kalau soal narasi-narasi pesimistis ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 5 persen. Purbaya mengatakan, mereka belum mengetahui cara-cara pemerintah mendorong perekonomian Indonesia ke depan.

Di mana pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang mencapai angka 5,61 persen (year on year), tidak hanya didorong belanja pemerintah. Tapi juga hasil usaha pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan stimulus yang dikucurkan.

“Mereka enggak tahu strategi ekonomi saya seperti apa. Kalau kemarin cuman belanja pemerintah aja yang tumbuh, tidak akan sampai 5.61. Kenapa? 9 persen kan swasta,” pungkasnya.(lea/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 2 Juli 2026
22o
Kurs