Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis angka pertumbuhan ekonomi kuartal satu yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, akan lebih bagus ketimbang kuartal sebelumnya.
Meski belum mendapat bocoran soal angka pastinya, Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) memastikan angkanya bagus.
“Oh enggak tahu saya, belum kan enggak tahu bocorannya. Tapi lebih tinggi dari yang sebelumnya. Lebih tinggi kelihatannya,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Senin (4/5/2026).
Purbaya mengatakan perkiraannya tidak berbeda jauh dari proyeksi sebelumnya, yaitu di kisaran 5,5-5,7 persen.
Katanya kalau Indonesia bisa mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak global, yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia, beserta efek domino lainnya. Itu merupakan sebuah prestasi, karena tidak mudah.
“Kalau bisa kita tumbuh dalam keadaan seperti itu, walaupun let’s say lambat sedikit atau lebih tinggi sedikit, mengingat kondisi global yang seperti ini, itu sudah prestasi yang luar biasa,” katanya.
Saat melihat-lihat kondisi ekonomi saat berjalan-jalan, Purbaya melihat masih bagus dan masih banyak orang yang belanja.
“Harusnya kalau saya lihat kondisi ekonomi sepertinya bagus ya kalau jalan-jalan keluar kemarin Senayan City penuh. Mall-mall yang lain saya juga penuh pada belanja, pada ini,” katanya.
Pada Selasa (5/5/2026) hari ini, BPS dijadwalkan akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal 1 2026.
Sementara itu, BPS mencatat pada April 2026, inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,09.
Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 5,00 persen dengan IHK sebesar 112,30 dan terendah terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0,53 persen dengan IHK sebesar 110,93.
Sedangkan inflasi month-to-month (m-to-m) pada April 2026 sebesar 0,13 persen. Tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada April 2026 sebesar 1,06 persen.(lea/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

