Selasa, 4 Agustus 2026

Purbaya Sebut Penjualan Mobil Naik 32,9 Persen, Bukti Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan memberikan sambutan dalam GIIAS 2026 di Tangerang pada Selasa (4/8/2026). Foto: Kementerian Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan menilai pertumbuhan penjualan mobil menjadi salah satu indikator yang menunjukkan permintaan domestik dan daya beli masyarakat Indonesia masih tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang pada Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, penjualan mobil pada Juni 2026 tumbuh 32,9 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Sementara itu, penjualan sepeda motor juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami memonitor setiap variabel yang menunjukkan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan dan bertindak secara cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh oleh perkembangan negatif di pasar,” ujar Purbaya dilansir dari Antara.

Selain penjualan kendaraan bermotor, Purbaya mengungkapkan sejumlah indikator ekonomi domestik lain juga menunjukkan tren positif.

Penjualan semen pada Juni 2026, misalnya, meningkat 13,5 persen secara tahunan, sedangkan konsumsi listrik tumbuh 10,8 persen.

Pertumbuhan konsumsi listrik tersebut didorong oleh peningkatan penggunaan di sektor rumah tangga sebesar 12,3 persen, sektor bisnis 10 persen, dan sektor industri 6,5 persen.

Di sisi lain, indeks konsumsi ritel juga terus menguat hingga mencapai level 123,3. Menurut Purbaya, capaian tersebut mencerminkan aktivitas konsumsi masyarakat yang masih terjaga dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Berbagai indikator tersebut, lanjutnya, memperlihatkan fondasi ekonomi Indonesia tetap solid di tengah tantangan global.

“Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang responsif sehingga permintaan domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menekankan pentingnya industri otomotif sebagai salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Menurutnya, industri otomotif tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor manufaktur, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

Oleh karena itu, ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri otomotif nasional.

Selain menjaga pertumbuhan industri, sinergi tersebut juga dinilai dapat mempercepat transformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi dengan tingkat kandungan dalam negeri yang lebih tinggi.

“Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional,” tuturnya. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 4 Agustus 2026
28o
Kurs