Sentimen pasar juga membaik seiring kemajuan diplomatik antara Iran dan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz yang mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
Kendati demikian, pelaku pasar masih cenderung menunggu rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS, terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari ini, yang diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah melalui perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
“Rupiah diperkirakan masih berpeluang bergerak menguat dalam jangka pendek didukung oleh pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih baik dari perkiraan serta pelemahan dolar AS di pasar global. Namun, ruang penguatan diperkirakan tetap terbatas karena pelaku pasar akan mencermati rilis cadangan devisa Indonesia dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar,” ungkap Amru.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi berada di sekitar Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS.(ant/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

