Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (20/7/2026). Rupiah terkoreksi 27 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.948 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di Rp17.921 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya sentimen global yang dipicu ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat masih akan bertahan lebih lama, seiring kenaikan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.
Ibrahim Assuaibi analis pasar uang mengatakan, lonjakan harga minyak kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi di Amerika Serikat.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
“Harga minyak yang lebih tinggi telah memperbarui kekhawatiran bahwa inflasi dapat tetap di atas target Federal Reserve, yang berpotensi memaksa para pembuat kebijakan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendukung imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS,” kata Ibrahim dilansir dari Antara.







