Jumat, 17 Juli 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.980 per Dolar AS, Didorong Meredanya Tekanan Inflasi AS

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan, Jumat (17/7/2026) pagi. Rupiah naik 6 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.980 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.986 per dolar AS.

Josua Pardede Kepala Ekonom Permata Bank mengatakan penguatan rupiah ini didorong oleh data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut memperkuat keyakinan bahwa tekanan inflasi di Negeri Paman Sam mulai mereda.

“PPI tercatat lebih rendah dari ekspektasi pasar, sehingga memperkuat keyakinan bahwa tekanan inflasi di AS terus mereda,” kata Josua di Jakarta, yang dikutip Antara.

Sementara dari laporan Anadolu, harga produsen di AS secara tak terduga mengalami penurunan pada Juni 2026. Ini menjadi penurunan pertama dalam hampir satu tahun, yang terutama dipicu oleh turunnya biaya energi.

Sentimen tersebut mendorong mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 17 Juli 2026
32o
Kurs