Penutupan kembali Selat Hormuz turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global yang dapat memicu lonjakan inflasi.
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
“Risalah dari pertemuan Fed bulan Juni yang dirilis pekan lalu telah menunjukkan beberapa pembuat kebijakan percaya ada alasan untuk menaikkan suku bunga, sementara para pejabat secara umum menyatakan kekhawatiran yang lebih besar atas tekanan inflasi bahkan ketika kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja mereda,” kata Ibrahim.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan rupiah.
Pada perdagangan Senin, JISDOR berada di level Rp18.131 per dolar AS, turun dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp18.069 per dolar AS. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

