Senin, 13 Juli 2026

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.109 per Dolar AS, Dipicu Memanasnya Konflik AS-Iran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Penutupan kembali Selat Hormuz turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global yang dapat memicu lonjakan inflasi.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

“Risalah dari pertemuan Fed bulan Juni yang dirilis pekan lalu telah menunjukkan beberapa pembuat kebijakan percaya ada alasan untuk menaikkan suku bunga, sementara para pejabat secara umum menyatakan kekhawatiran yang lebih besar atas tekanan inflasi bahkan ketika kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja mereda,” kata Ibrahim.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan rupiah.

Pada perdagangan Senin, JISDOR berada di level Rp18.131 per dolar AS, turun dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp18.069 per dolar AS. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 13 Juli 2026
28o
Kurs