Trump bahkan menyebut gagasan menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS sebagai ide yang “bagus” dan kembali mengklaim Amerika Serikat memiliki “kendali penuh” atas jalur tersebut.
Di sisi lain, Komandan Angkatan Darat Iran Jenderal Amir Hatami menegaskan AS tidak memiliki hak lintas melalui Selat Hormuz, Teluk Persia, maupun Teluk Oman. Ia juga menyebut Selat Hormuz sebagai aset geopolitik penting bagi Iran.
Menurut Rully, kenaikan harga minyak menjadi perhatian bagi perekonomian Indonesia karena harga minyak yang melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat meningkatkan tekanan terhadap fiskal.
“Kenaikan harga minyak di atas asumsi APBN (70 dolar AS per barel) akan memicu defisit fiskal, sementara kondisi fundamental ekonomi belum solid,” ujarnya dilansir dari Antara.
Selain sentimen eksternal, pelaku pasar domestik juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2026.
NOW ON AIR SSFM 100

