Jumat, 8 Mei 2026

Rupiah Melemah Lagi ke Rp17.357 per Dolar AS, Dipicu Memanasnya Konflik di Selat Hormuz

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Rupiah. Foto: iStock

Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah 24 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.357 per dolar AS pada, Jumat (8/5/2026) pagi. Pada penutupan sebelumnya, diketahui nilai tukar rupiah berada di level Rp17.333 per dolar AS.

Rully Nova pengamat mata uang menilai, pelemahan rupiah ini dipengaruhi eskalasi konflik di Selat Hormuz antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

“Rupiah pada perdagangan Jumat ini diperkirakan menguat terbatas dalam kisaran yang tipis di Rp17.320 hingga Rp17.370, dipengaruhi oleh mulai meredanya tekanan terhadap mata uang tersebut. Namun, faktor global kembali memengaruhi dengan naiknya harga minyak setelah eskalasi ketegangan di Selat Hormuz yang meningkat akibat aksi balasan militer AS terhadap Iran,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Mengutip Sputnik, Ebrahim Zolfaghari Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan bahwa AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang beberapa wilayah Iran, termasuk pantai pelabuhan Khamir, kota Sirik dan Pulau Qeshm, serta dua kapal Iran.

Angkatan bersenjata Iran segera membalas, menyerang kapal perang Amerika di sebelah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar, menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Sebagai tanggapan, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa militer AS “menghilangkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran tempat serangan dilakukan terhadap pasukan AS.

Saat ini, menurut Rully, situasi di Selat Hormuz dan kota-kota pesisir Iran telah kembali normal setelah terjadi baku tembak antara Iran dan AS. “Walaupun tidak berlangsung lama, namun telah memberikan sinyal negatif terhadap keberlangsungan negosiasi AS dan Iran,” katanya.

Pasar juga menanti data Non Farm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis Jumat malam. Rilis data tersebut akan menjadi acuan arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).

“Data NFP diperkirakan turun menjadi tambahan 60 ribu pekerja dibanding kenaikan 178 ribu periode sebelumnya,” kata dia.

Melihat sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan data cadangan devisa (cadev). Rully memperkirakan cadev pada bulan April 2026 akan naik di atas 150 miliar dolar AS. (ant/ily/bil/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 8 Mei 2026
33o
Kurs