Kondisi tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk menjaga ketahanan sektor eksternal, sekaligus mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
Ibrahim mengatakan, prospek aliran modal asing juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi menjaga ketahanan rupiah ke depan.
“Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap baik. Keyakinan tersebut didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta potensi aliran masuk modal asing,” ungkapnya.
Menurut Ibrahim, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional serta imbal hasil investasi yang masih menarik dapat menjadi faktor pendukung masuknya modal asing ke Indonesia.
“BI menyebut persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik menjadi faktor pendukung aliran modal asing ke Indonesia,” katanya.
Penguatan rupiah juga tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Pada Selasa, JISDOR berada di level Rp17.618 per dolar AS, menguat dari posisi sebelumnya sebesar Rp17.653 per dolar AS. (ant/saf/ipg)









