Tambahan pasokan tersebut dinilai berpotensi meredakan ketatnya pasokan bahan bakar global. Kondisi itu sekaligus dapat mengurangi kekhawatiran pasar yang selama ini turut menopang harga minyak mentah.
Meski demikian, Ibrahim menyoroti ketidakpastian terkait kesepakatan yang disebut sebagai “gencatan senjata energi” antara Rusia dan Ukraina.
Keraguan muncul setelah terdapat laporan serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina pascapengumuman kesepakatan tersebut.
Sejumlah anggota parlemen AS dari Partai Demokrat dan Republik juga menilai kesepakatan Trump dengan Vladimir Putin Presiden Rusia berpotensi bertentangan dengan undang-undang AS yang melarang impor energi Rusia, kecuali Moskow menghentikan agresinya terhadap Ukraina.
Di sisi lain, risiko terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran di kawasan Teluk masih menjadi perhatian pasar.






