Ibrahim menyinggung serangan Ansarullah Yaman terhadap Bandara Internasional Riyadh pada akhir pekan serta laporan serangan terhadap kapal tanker di dekat Selat Hormuz.
“Insiden-insiden tersebut mengancam membatalkan pemulihan pasokan dari Timur Tengah yang sempat terlihat pada bulan September, sekaligus memperkuat kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut di salah satu jalur transit energi terpenting di dunia,” kata Ibrahim dilansir dari Antara.
Selain perkembangan geopolitik dan pasokan energi, pasar juga mencermati sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat.
Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS dijadwalkan dirilis pada Rabu (14/10/2026), sedangkan Indeks Harga Produsen (PPI) menyusul pada Kamis (15/10/2026).
Inflasi CPI utama AS pada September diperkirakan meningkat 0,6 persen secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4 persen pada Agustus. Secara tahunan, inflasi diproyeksikan naik menjadi 3,7 persen dari sebelumnya 3,4 persen.






