Meski demikian, Lukman menilai pelaku pasar masih memilih bersikap hati-hati sambil menunggu sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.
“Namun, investor cenderung masih cenderung wait and see mengantisipasi beberapa data ekonomi domestik ke depan (Rabu dan Kamis) yaitu penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen. Indeks dolar AS sendiri terpantau range-bound, dengan investor wait and see menantikan risalah pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) besok,” ujarnya.
Selain penguatan di pasar spot, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat apresiasi.
Nilai JISDOR pada Selasa berada di level Rp17.988 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang tercatat Rp17.999 per dolar AS. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

