Perintah itu juga mengatur tarif tambahan sebesar 100 persen terhadap barang-barang dari lima negara pengimpor terbesar minyak dan gas Rusia apabila negara-negara tersebut melakukan pembelian baru mulai 18 Oktober.
Tarif serupa juga berlaku bagi barang-barang dari lima negara yang dinilai berperan dalam memfasilitasi penghindaran sanksi terkait minyak Rusia.
Namun, Trump mengecualikan penerapan tarif tersebut dengan alasan kepentingan nasional AS. Gedung Putih menyatakan pengecualian itu telah disertai sertifikasi resmi kepada Kongres dan akan tetap berlaku hingga presiden atau menteri luar negeri AS memutuskan perlunya tindakan lebih lanjut.
Selain kebijakan AS terhadap Rusia, Ibrahim menyoroti konflik di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi sentimen pasar, terutama melalui risiko terhadap pasokan energi.
Ia mengatakan serangan baru dalam konflik yang melibatkan Ansarullah Yaman dan Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.
NOW ON AIR SSFM 100

