Kondisi tersebut dinilai menambah risiko terhadap pasokan energi dan menjaga harga minyak tetap di atas 100 dolar AS per barel.
“Serangan-serangan baru ini meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas kawasan dan menegaskan risiko yang terus ada terhadap pasokan energi dari wilayah tersebut, sehingga menjaga harga minyak tetap berada di atas 100 dolar AS per barel,” kata Ibrahim.
Dari Amerika Serikat, pernyataan terbaru pejabat Federal Reserve (The Fed) juga mengindikasikan keterbukaan terhadap pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Namun, belum ada sinyal kuat mengenai kenaikan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober 2026.
Kevin Warsh Ketua The Fed saat berbicara di Bangkok pada Jumat (16/10/2026) menegaskan tidak ingin memberikan panduan yang mendahului keputusan rapat mendatang.
“Saya tidak ingin berprasangka terhadap hasil pertemuan mendatang,” ujarnya.
NOW ON AIR SSFM 100

