Sabtu, 16 Januari 2021

Berdamai Dengan Situasi, Cara Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Herman Doa menjalankan usaha toko online atau marketplace Hulahula Mart. Foto: Herman Doa

Berdamai dengan situasi, itulah cara Herman Doa (42) warga Gresik untuk tetap semangat menghadapi pandemi Covid-19. Kegiatannya menjadi guru les yang sudah berjalan belasan tahun terpaksa berhenti, akibat pandemi. Ia pun harus memutar otak untuk menghidupi keluarganya.

Awal tahun 2020, ketika berita Covid-19 mulai bertebaran di media, Herman mengaku khawatir dan berpikir keras kemungkinan terburuknya. Untuk menambah penghasilannya, Herman bersama istrinya mulai menekuni bisnis kecil-kecilan dengan berjualan beras dan beberapa macam ikan olahan.

Namun, usahanya itu tidak bertahan lama. Sehingga, itu membuatnya harus kembali berpikir untuk memulai usaha lainnya. Hingga akhirnya, kekhawatiran Herman terjadi. Kasus pertama Covid-19 ditemukan di Indonesia, dan langsung berdampak pada semua aktivitas.

“Selain guru les, saya juga bekerja sebagai karyawan di salah satu Yayasan Surabaya. Disamping itu, saya sempat berjualan beras dan beragam olahan ikan. Tapi kemudian tidak bisa jalan, karena labanya kecil dan jangkaunnya kurang luas,” kata Herman kepada suarasurabaya.net.

“Dan benar ketika pandemi itu, bimbingan belajar di rumah jadi terhenti dan begitupun dengan anak-anak les privat yang saya tangani. Semua berhenti. Beruntung saya masih punya pekerjaan tetap di kantor. Meski begitu, goncangan kesulitan ekonomi itu juga sangat terasa,” tambahnya.

Herman dan istrinya berniat untuk membuka toko. Namun, mereka terkendala dengan modal yang menurutnya cukup besar. Tidak berhenti berusaha, Herman pun mulai melirik usaha online. Dia membuka kembali buku-bukunya sewaktu kuliah, dan mempelajari tentang konsep bisnis online.

“Saya coba jalani itu dan ternyata bisa. Saya punya toko online atau marketplace. Dimulai dari teman-teman yang tertarik dengan produk yang kita jual. Saya semakin berani untuk bekerja sama dengan supplier, yang siap menyuplai barang-barang bagus dan harga masih bersaing,” ujarnya.

Impian Herman untuk memiliki sebuah toko online atau marketplace pun terwujud. Dia menyadari, banyak marketplace lain yang jauh sudah lebih besar, yang sebenarnya bisa ia manfaatkan. Namun, ia meyakini kalau marketplace yang ia bangun itu juga memiliki potensi besar ke depannya.

Selain itu, ia juga ingin menjalankan bisnisnya secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Ternyata usahanya itupun tidak sia-sia. Perlahan, marketplace yang diberi nama ‘Hulahula Mart’ itu mulai dikenal banyak orang sampai ke wilayah Indonesia Timur hingga ke luar negeri.

“Aplikasi ini sudah dikenal sampai ke Indonesia Timur. Seperti permintaan dari Papua, Sumatera, NTT, Bali dan beberapa kota lainnya. Kita berusah menunjukkan dan membangun kepercayaan dengan teman-teman reseller. Kita juga sangat menjaga kualitas produk yang dijual. Mungkin produk yang kita jual ada di marketplace lain dengan harga murah. Tapi tentu kualitasnya sangat berbeda dengan yang kita jual,” kata dia.

Herman semakin bersemangat ketika mulai banyak reseller yang bergabung. Terlebih, usahanya itu juga masuk dalam 15 Warrior Hunt Indonesia Bangkit Suara Surabaya. Menurutnya, itu sebuah pengakuan dan menjadi suntikan semangat untuk terus mengembangkan usahanya tersebut.

Tidak hanya untuk pemasukannya, kata dia, ‘Hulahula Mart’ juga untuk merangkul produk-produk lokal atau UMKM yang terdampak Covid-19. Dia berharap, ‘Hulahula Mart’ menjadi wadah para pelaku usaha untuk tetap semangat memasarkan produknya meski kondisi pandemi.

“Target saya, ‘Hulahula Mart’ ini muncul bukan hanya profit untuk pribadi. Tapi juga membantu teman-teman lain dan mengangkat produk lokal. Makin banyak dikenal, makin banyak reseller yang bergabung. Jadi mereka juga ikut merasakannya,” kata dia.

Usaha Herman membangun ‘Hulahula Mart’ itu bukan tanpa ujian. Sempat mengalami kesulitan, terutama saat PSBB mulai diterapkan di beberapa daerah. Dampaknya, pengiriman barang ke beberapa daerah menjadi terhambat.

Terlebih, saat ada permintaan barang dari Hongkong, Malaysia, dan Singapura. Meski demikian, Herman meyakini selalu ada jalan dari setiap kesusahan. Terus jalani, hadapi semuanya dengan semangat, menjadi kunci Herman untuk tetap bertahan di masa pandemi seperti sekarang.

“Kesulitan menjalankan usaha ini sempat ada. Misalnya saat melakukan pengiriman ke Jayapura yang baru saja PSBB. Tapi Tuhan selalu membuka jalan. Kita harus berdamai dengan situasi. Covid-19 ini mungkin yang pertama. Nanti akan ada model penyakit-penyakit lainnya yang bisa saja mendatangi kita. Itu sulit dihindari. Caranya kita bertahan, jangan takut menjalankan apa saja, dan tetap semangat,” kata dia. (ang/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan di Margorejo

PickUp Mogok di Flyover Waru

Pantauan Lalu Lintas Wonokromo arah A.Yani

Rusak, Berlubang, dan Bergelombang

Surabaya
Sabtu, 16 Januari 2021
26o
Kurs