Minggu, 24 Januari 2021
Warrior Indonesia Bangkit

Mendulang Peluang Usaha dari Ulang Tahun Anak

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ardini Prihantini dengan Balon Hias yang kini ditekuninya. Foto: Istimewa

Sebelumnya, Ardini Prihantini atau yang akrab dipanggil Dini adalah wanita karir yang bekerja di bidang perbankan selama tujuh tahun dan mantan penyiar di salah satu radio. Kreativitas yang menggiringnya kini menekuni bisnis balon hias.

Momen pandemi ini membuatnya tak lagi bekerja, karena sejak bulan November tahun lalu, pemasukannya mulai tersendat. Kondisi perbankan dunia lesu karena virus Corona yang merebak. Ditambah efek domino dari kasus mega korupsi dari salah satu asuransi di Indonesia, otomatis pendapatan Dini kian tak jelas juntrungannya.

Hingga ia memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya. Wanita berusia 32 tahun yang biasanya bekerja lalu tidak berkegiatan ini sempat bingung dan hilang arah. Hingga menjelang momen ulang tahun putri semata wayangnya di akhir bulan September lalu, Dini ingin mempersiapkan pesta ulang tahun sederhana untuknya. Bila perayaan sebelumnya dirayakan di mall, karena pandemi dan dana yang menipis, ia mempersiapkan pesta balon untuk dirayakan di rumah.

“Konsepnya pesta balon. Karena anak saya suka sama princess-princess-an. Jadi kenapa gak saya bikin pesta balon aja,” kisahnya.

Usai perayaan ulang tahun anaknya, Dini melihat pompa balon yang dibelikan suaminya terbengkalai tak terpakai begitu saja. Hingga akhirnya suami memintanya untuk memesankan dua hadiah untuk pembukaan klinik dan lahiran temannya.

“Setelah itu saya memesan satu dan satunya saya beranikan membuat sendiri. Dan yang saya buat sendiri ternyata hasilnya lebih bagus dari yang saya beli. Akhirnya dari situ saya mencoba memposting 2 hasil buatan saya,” lanjutnya.

Balon kreasinya kemudian di-posting di akun Instagram kakak Dini yang menjalankan usaha berjualan puding. Saat di-posting, balon kreasi Dini menjaring antusiasme dari followers dan mendapat pesanan.

“Dari sana banyak banget yang menanyakan harga. Karena saya tidak pernah berbisnis, saya banyak dibantu oleh kakak yang berjualan puding karakter dengan omzet yang cukup mengesankan tiap bulannya. Followers-nya banyak juga di IG, begitu beliau posting pekerjaan saya di IG dan WA, animo sangat luar biasa,” kata Dini.

Menurutnya, yang membuat usahanya ramai pesanan karena banyak yang ingin merayakan momen bahagia orang terkasih, namun tidak bisa bertatap muka langsung karena terhalang pandemi. Selain itu karena bentuk balon yang bisa di-custom sesuai pesanan.

Balon yang digunakan oleh Dini adalah jenis hot air balloon yang dapat berdiri, dan diisi bagian dalamnya dengan berbagai ornamen seperti bunga, snack hingga boneka. Di bagian balon pun bisa diberi tulisan bermacam-macam, tergantung request.

Rangkaian Balon dan Bunga untuk ornamen hias pesta yang masih potensial bisnis. Foto: Istimewa

Kendala yang dihadapi di awal memulai adalah menemukan trik agar balon tak lekas mengempis. Mulai dari membeli pompa dari luar negeri, mempelajari trik dari YouTube hingga belajar langsung dari pedagang balon di pinggir jalan.

“Saya bawa balon sendiri, minta ajarin gimana ngiketnya. Terus diajarin, ternyata triknya sama yang di YouTube sama. Bapaknya ngiket, saya juga ngiket. Bapaknya bilang bisa bertahan sampai dua minggu. Ternyata waktu saya hitung, bisa satu bulan lebih masih ngembang balonnya,” ujarnya.

Satu bulan berjalan, Dini mampu meraup omzet hingga Rp10 juta. Diakuinya, omzetnya ini hampir menyamai pendapatannya saat masih bekerja.

Ia mengaku bisa menerima tiga pesanan tiap harinya. Bahkan untuk Hari Ibu, Tahun Baru dan Valentine tahun depan, ia sudah menerima orderan. Tidak hanya itu, melalui usahanya ini ia dapat memberdayakan orang sekitarnya untuk usaha karena orderan yang mulai ramai. Tempatnya biasa memesan stiker dan kurir yang mengantar pesanannya ikut terangkat ekonominya.

Melalui momen hidupnya ini, Dini mengambil satu pelajaran berharga: Behind this bad situation, always have a good side. So dont’ give up when you have something to grow up. (dfn/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Minggu, 24 Januari 2021
28o
Kurs