Rabu, 17 Agustus 2022
Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa

Disabilitas Bukan Penghalang, Ayu Imtyas Peserta IBMLB Buktikan dengan Segudang Prestasi

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Ayu Imtyas Rusdiansyah, peserta Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa (IBMLB) yang memiliki segudang prestasi. Foto: Istimewa

Program Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa (IBMLB) meloloskan Ayu Imtyas Rusdiansyah sebagai satu dari 99 peserta yang lolos tahap selanjutnya. Ayu menjadi kawan muda yang tangguh. Meski sebagai penyandang disabilitas, itu tidak menjadikannya sebagai kekurangan, justru menjadikannya sebagai kekuatan hingga dia bisa memiliki segudang prestasi dan pengalaman sebagai seorang guru dan content writer.

“Pingin menginspirasi teman-teman, terlebih masyarakat luas. Kalau dengan keterbatasan yang aku miliki, bukan penghalang untuk meraih impian. Biar masyarakat juga lebih aware sama disabilitas. Kita juga bisa bangkit dan bukan hanya sebagai ‘beban’ di masyarakat,” ujar Ayu ketika ditanya terkait motivasi mengikuti Program IBMLB yang digelar Suara Surabaya (SS) dan Universitas Surabaya (Ubaya).

Perempuan sarjana Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (UB) Malang ini lulus dengan IPK 3,65, TOEFL ITP 450, serta sertifikasi kompetensi TI dengan skor 93,33.

Siapa sangka, pencapaiannya itu dia gapai sebagai seorang writer’s cramp dystonia yaitu kram ketika menulis khususnya pada tangan kanan. Sejak lahir, perempuan dengan berbagai kemampuan ini memiliki permasalahan pada bagian otak hingga membuat penglihatannya kabur hingga pada usia 12 tahun, dia dinyatakan sebagai penyandang disabilitas fisik motorik. Namun Ayu seorang writer’s  cramp dystonia ini akhirnya menjadi penulis lebih dari 30 buku.

Kolase foto Ayu Imtyas Rusdiansyah peserta Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa penyandang disabilitas fisik motorik disertai writer cramp dystonia. Foto: Istimewa

“Bisa dibayangkan, sebagai seorang pelajar tapi tidak bisa menulis. Hemmm… ya begitulah,” ungkapnya.

Setelah melalui berbagai pengobatan medis maupun non medis, mahasiswa berprestasi Sosiologi 2019 ini menjalankan operasi otak pada tahun 2014, tiga bulan sebelum ujian nasional tingkat SMP.

“Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar, meskipun saya masih harus melatih tangan dan fisik saya sampai saat ini,” ujarnya.

Di bangku SMA, dia mengejar ketertinggalannya dengan keterbatasan yang dimiliki agar bisa melanjutkan berkuliah di perguruantinggi. “Keinginan itu pun akhirnya dapat tercapai, saya berhasil menjadi mahasiswi Sosiologi Universitas Brawijaya melalui jalur SBMPTN,” ujarnya.

Tidak berhenti begitu saja, semasa kuliah, perempuan kelahiran Gresik 22 tahun lalu ini aktif mengikuti berbagai kompetisi dan organisasi untuk mengeksplor berbagai kemampuan dalam dirinya. Ayu juga mulai menulis essai dan karya tulis ilmiah yang kemudian dilombakan dan dipresentasikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kumpulan foto Ayu Imtyas Rusdiansyah peserta Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa bersama organisasi yang digelutinya. Foto: Istimewa

Hasilnya, dia berhasil meraih belasan penghargaan essai dan karya tulis ilmiahnya. Beberapa di antaranya Juara pertama lomba essai Scientist Event BEM F. MIPA Universitas Mulawarman dan Nasional Science & Technology Creative Exo 2018 (STECE) UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Ayu juga menjadi juara dua lomba essai nasional mahasiswa yang diadakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sriwijaya, SEMESTA 2019 Universitas Sriwijaya, Pekan Ilmiah Soedirman 2018 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Sharia Economic Expo 2018 UIN Raden Fatah Palembang dan masih banyak lagi.

Tidak berhenti mengeksplor diri, Ayu juga menulis berbagai buku fiksi maupun non fiksi yang diterbitkan oleh Guepedia beberapa di antaranya Penyakit yang merupakan buku kumpulan cerpen, Kumpulan Esai Inovatif yang merupakan buku edukasi, The Adventure of Dragon yang merupakan buku kumpulan puisi, Be Productive with Writing yang merupakan buku motivasi, dan lain sebagainya.

Sedangkan novel remaja yang ditulis Ayu berjudul Cappucino Topping Keju, Brainwash Merah Jambu, Violin I-III, An Introvert is Chasing Love, Stupid Story Teenage Silliness, Scaredy Horror Lover, dan Gadis-Gadis Rantau.

Kumpulan foto novel karya Ayu Imtyas Rusdiansyah peserta Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa. Foto: Istimewa

Selain aktif menulis, Ayu juga memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, sehingga dia mendapatkan kesempatan untuk menjadi Asisten Praktikum di jurusannya. Tugasnya ialah membantu dosen untuk melaksanakan praktikum berupa memberikan pendampingan dan memastikan praktikum berjalan dengan baik serta memberikan penilaian kinerja mahasiswa.

Kemampuan public speaking yang mumpuni juga membuatnya dipercaya menjadi narasumber di berbagai kegiatan di kampus. Hingga pandemi datang, berbagai kegiatannya terpaksa harus ditunda.

Tidak berhenti berdiam diri di masa pandemi, Ayu terus mengembangkan dirinya melalui kursus-kursus internasional seperti Reastreamento de Contato da Covid-19 yang dilaksanakan oleh John Hopkins University, Epidemics, Pandemics, and Outbreak yang digelar University of Pittsburgh, Population Health During A Pandemic : Contract Tracing and Beyond held by University of Houston dan masih banyak lagi.

Kumpulan foto sertifikat maupun piagam penghargaan Ayu Imtyas Rusdiansyah peserta Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa. Foto: Istimewa

Ayu yang saat ini berusia 22 tahun sedang menunggu wisuda Sarjana Strata 1 dari Universitas Brawijaya. Selanjutnya dia ingin kuliah S2.

“Passionku di dunia pendidikan. Jadi masih pingin kuliah lagi. Ubaya kan universitas bagus banget kak, temanku banyak yang kuliah di sana. Sama ibu cuma ngebolehin S2 pake beasiswa kak. Kebetulan Ubaya memberikan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa jika lolos dalam Program Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa. Makanya aku berharap banget. Jika dapat kesempatan itu, aku S2 pingin ambil jurusan, Psikologi Sains,” ungkapnya.

Perlu diketahui, sebelumnya terdapat 130 peserta Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa yang mendaftar lalu menyisihkan 99 peserta melalui tahap kurasi.

Program kolaborasi Suara Surabaya dengan Ubaya ini bisa menginspirasi Kawan Muda di tengah pandemi dengan tujuan membangkitkan semangat kepedulian khususnya kepada Indonesia.

Diharapkan ke depan Program Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa bisa menjadi wadah bagi anak muda yang memiliki prestasi, karya yang memberikan pengaruh positif baik pada keluarga, lingkungan, serta masyarakat guna mengembangkan soft skill.

Peserta yang lolos tahap selanjutnya kemudian mengikuti virtual gathering, personal development workshop, tes bakat minat dan konsultasi, serta diakhiri dengan leadership camp sekaligus awarding. Peserta juga memiliki peluang mendapatkan beasiswa hingga 100 persen kuliah di Ubaya baik jenjang S1 maupun S2.

Program Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa ini persembahan Suara Surabaya Media dan Universitas Surabaya (Ubaya) The First University In Heart And Mind, didukung Dealer Vespasatya PT Satya Mandiri Motors, dan JETE – Best For Your Gadget.(frh/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Rabu, 17 Agustus 2022
28o
Kurs