Kamis, 29 Juli 2021
Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa

Pemuda Asal Surabaya Peserta IBMLB Ini Budidaya Maggot dan Hasilkan Satu Ton Tiap Minggu

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Danang Harnanda Fiantara (23 tahun) pemuda asal Lakarsantri Surabaya yang mengembangkan unit usaha rintisan budidaya maggot BSF. Foto: Istimewa

Anak muda acapkali enggan memulai usaha yang berkaitan dengan hal-hal yang menjijikkan. Apalagi bisnis pakan ternak jenis belatung. Selain sulit, tidak semua anak muda menengok “larva” sebagai ladang bisnis.

Namun tidak dengan pemuda asal Lakarsantri, Surabaya bernama Danang Harnanda Fiantara. Danang merupakan satu di antara 99 peserta Program Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa (IBMLB) yang digelar Suara Surabaya (SS) bersama Universitas Surabaya (Ubaya).

Pemuda berusia 23 tahun ini mendirikan unit usaha rintisan (start up) bernama Bahtera BSF, yang bergerak di bidang produksi pakan ternak serta waste management dengan maggot BSF (Black Soldier Fly) pada Oktober 2020 lalu. Tak tanggung-tanggung, omzet per bulan dari usaha ini mencapai Rp100-150 juta per bulan.

Danang Harnanda Fiantara (23 tahun) pemuda asal Lakarsantri Surabaya yang mengembangkan unit usaha rintisan budidaya maggot BSF. Foto: Istimewa

Sebagian dari Anda mungkin asing dengan istilah “maggot”. Maggot adalah larva dari lalat Black Soldier yang diperoleh dari proses biokonversi atau hasil fermentasi sampah – sampah organik. Organisme yang umumnya berperan pada proses biokonversi ini adalah bakteri, jamur serta larva serangga.

Sedangkan Black Soldier Fly (BSF) sendiri adalah serangga yang dapat mengkonsumsi sampah atau limbah organik dan Maggot BSF merupakan serangga yang tinggi protein. Sehingga tidak hanya berguna untuk lingkungan, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi.

Salah satunya pemanfaatan BSF sebagai pakan ternak yang sudah diterapkan di banyak negara maju. Produk Maggot BSF sendiri tidak hanya berupa pakan ternak tetapi juga produk lain seperti Biofuel, pupuk organik, dan berbagai produk lainnya. Apalagi, budidaya BSF termasuk ramah lingkungan, karena memanfaatkan sampah organik.

Awal mula pengembangan usaha rintisan ini, Danang masih menggunakan lahan atau fasilitas dari perusahaan induk, PT. Bahtera Samudra Konstruksi. Hingga sejak April 2021 ini, pria lulusan sarjana Teknik Transportasi Laut ITS Surabaya ini beserta beberapa temannya sudah memiliki fasilitas sendiri, yakni lahan seluas 3000 m2, didukung dengan biopond sebanyak 40 rak atau 480 unit biopond. Selain itu juga media pembuatan telur BSF atau insectarium sebanyak 2 unit dan fasilitas pendukung lainnya.

Fasilitas budidaya maggot Bahtera BSF. Foto: Istimewa

Permintaan pasar terhadap maggotnya juga terus meningkat. Apalagi seiring dengan meningkatnya permintaan daging di pasar global. Karena dengan menggunakan Maggot, peternak dapat menghemat hampir 70 persen pakan mereka.

“Yang biasanya dibutuhkan 10 kilogram untuk menghasilkan 1 kilo daging, menggunakan Maggot BSF hanya memerlukan 3 kilo untuk menghasilkan 1 kilo daging,” kata Danang kepada suarasurabaya.net.

Komparasi Pakan Ternak Menggunakan BSF. Foto: Istimewa

Terlebih lagi, lanjut Danang, produk BSF memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dari kebanyakan pakan ternak lainnya. Seperti meningkatkan protein pada ayam dan bebek, serta menjaga kekebalan tubuh dari kucing dan anjing dan mengurangi resiko obesitas pada hewan peliharaan berkat kandungan BSF yang rendah lemak.

Sehingga tak heran jika produksi maggot Bahtera BSF yang digarap Danang saat ini dapat mencapai 1 ton tiap minggu. Sadangkan untuk dried maggot, unit usahanya bisa menghasilkan 1,5 ton tiap bulannya.

“Ke depannya produksi tersebut akan kami kembangkan hingga dapat mencapai nominal 1 ton tiap hari di tahapan pengembangan berikutnya,” ujarnya.

Produk Dried Maggot Bahtera BSF. Foto: Istimewa

Pandemi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi usaha yang digeluti Danang ini. Awal membangun bisnis, ia menargetkan produknya ke pasar pakan ternak seperti ayam dan bebek. Namun karena pandemi, permintaan terhadap maggot turun. Alhasil, Danang memutar otak dan memperluas target pasarnya. Tak lagi hanya pakan ayam dan bebek, namun juga pakan ikan hingga anjing.

“Terus kita improve pakan maggot kita sampai kualitas ekspor dan punya kandungan beta-carotene. Terus kita penetrasi ke pasar ikan dan burung hias, yang pasarnya lagi rame seiring hobi pelihara meningkat karena pandemi. Terus sekarang kita lagi on going mengembangkan produk maggot suplemen pakan anjing dan kucing,” paparnya.

Usaha yang ia bangun ini bukanlah perusahaan pengembangan BSF pertama di Indonesia. Terdapat perusahaan lain seperti Biocycle (Pekanbaru) dan Magalarva (Bandung). Tetapi Bahtera BSF merupakan perusahaan pertama di Jawa Timur.

Danang menjelaskan, perbedaan Bahtera BSF dibandingkan dengan perusahaan lain adalah pakan yang ia gunakan tidak menggunakan sampah kompos atau sampah organik mentah, tetapi menggunakan produk olahan jadi yang tidak terpakai, namun buka juga limbah produk.

“Kami menggunakan produk olahan seperti es krim, susu kental manis, yeast, dan lain-lain hingga mencapai 30 ton tiap bulan. Pakan tersebut terbukti memberikan manfaat lebih. Selain dari baunya yang tidak semenyengat sampah kompos organik, tetapi juga memberikan tingkat kandungan yang baik untuk maggot kami, yaitu protein hingga 47% dan mengandung beta-carotene juga,” paparnya.

Bahtera BSF tidak hanya mengembangbiakkan maggot sendiri, namun juga membangun mitra dengan warga lokal di berbagai daerah. Caranya, Bahtera BSF menyuplai pakan maggot kepada mitra, lalu mitra akan menyetorkan maggot hidup BSF yang sudah siap diolah menjadi produk dried maggot BSF.

Hasilnya, salah satu mitra mereka di Pare, Kediri, mampu menyuplai maggot hidup sebanyak 500 kilogram setiap minggunya.

“Ke depannya kami berencana berkerja sama plasma dengan mitra-mitra lainnya untuk mencukupi demand (permintaan),” kata Danang.

Agar dapat menjangkau besarnya pasar BSF, Danang mengatakan unit usahanya perlu melakukan pengembangan produk turunan, selain fresh maggot, egg maggot dan dried maggot yang sudah kami miliki.

Produk Red Maggot Bahtera BSF. Foto: Istimewa

Hanya saja produk turunan tersebut dibedakan tergantung dari kebutuhan tiap pasarnya.

“Misalkan pada pasar ikan atau burung hias, kami mengembangkan produk red maggot yaitu maggot BSF yang memiliki kandungan beta-carotene yang tinggi, sehingga memberi pigmen warna yang cantik kepada hewan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Danang melihat terdapat juga pasar yang menginginkan produk BSF yang memiliki kadar lemak rendah. Oleh karena itu, ia ingin mengembangkan tepung maggot BSF dan minyak ekstraksi maggot BSF untuk memisahkan kadar lemak atau minyak pada maggot BSF sehingga dapat dikembangkan produk BSF tanpa lemak untuk hewan peliharaan seperti anjing atau kucing, agar terhindar dari resiko obesitas.

Kandungan lemak minyak BSF tersebut juga nantinya dapat dimanfaatkan untuk produk maggot BSF yang membutuhkan lemak tinggi, seperti pakan hewan ternak atau penangkaran ikan yang menginginkan hewannya tumbuh besar.

Sekadar diketahui, sebelumnya terdapat 130 peserta Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa yang mendaftar. Ada 99 peserta yang lolos tahap selanjutnya.

Program kolaborasi Suara Surabaya dengan Ubaya ini bisa menginspirasi Kawan Muda di tengah pandemi dengan tujuan membangkitkan semangat kepedulian khususnya kepada Indonesia.

Diharapkan ke depan Program Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa bisa menjadi wadah bagi anak muda yang memiliki prestasi, karya yang memberikan pengaruh positif baik pada keluarga, lingkungan, serta masyarakat guna mengembangkan soft skill.

Peserta yang lolos tahap selanjutnya kemudian mengikuti virtual gathering, personal development workshop, tes bakat minat dan konsultasi, serta diakhiri dengan leadership camp sekaligus awarding di Ubaya Training Center (UTC) Trawas, Mojokerto, Jawa Timur.

Peserta juga memiliki peluang mendapatkan beasiswa hingga 100 persen kuliah di Ubaya baik jenjang S1 maupun S2.

Program Indonesia Bangkit Muda Luar Biasa ini persembahan Suara Surabaya Media dan Universitas Surabaya (Ubaya) The First University In Heart And Mind, didukung Dealer Vespasatya PT Satya Mandiri Motors, dan JETE – Best For Your Gadget.(tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Antrean Vaksinasi di Terminal 2 Juanda

Suasana Vaksinasi di Grand City

Surabaya
Kamis, 29 Juli 2021
31o
Kurs