Selasa, 27 September 2022

Kominfo Ajak Industri TV Adaptasi Dunia Digital

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Johnny G. Plate Menteri Kominfo (tengah) saat acara ulang tahun ke-24 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia di Jakarta, Selasa (9/8/2022). Foto: Kominfo.go.id

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengatakan industri pertelevisian beradaptasi dengan dunia digital seiring dengan perubahan perilaku konsumsi berita dan konten.

“Kemudahan yang ditawarkan oleh media over-the-top (OTT), membawa tantangan baru bagi industri media mainstream konvensional untuk mempertahankan relevansinya,” kata Johnny G. Plate Menteri Kominfo saat perayaan ulang tahun ke-24 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, dikutip dari siaran pers, Kamis (11/8/2022) saat dilansir dari Antara.

Kehadiran media baru over-the-top selain mengubah perilaku masyarakat dalam mengosumsi konten dan berita, juga membawa tantangan baru bagi industri media arus utama. Kehadiran perusahaan OTT, kata Johnny, adalah konsekuensi teknologi.

Peristiwa ini perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas, variasi produk yang ditawarkan dan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

“OTT adalah game changer, sekaligus momentum yang dapat dimanfaatkan industri media konvensional untuk mengevaluasi diri. Ini tugas kita bersama-sama jangan sampai kita terjebak pada hal-hal teknis,” kata Johnny.

Menteri Johnny juga menegaskan keberadaan jurnalisme positif dan kemerdekaan pers harus dikaitkan dengan perubahan yang terjadi. OTT menyajikan berbagai konten dapat dipilih sesuai dengan minat penggunanya sehingga diperlukan kombinasi dari banyak hal karena sangat bergantung kepada pasar.

“Jadi saya setuju sekali jurnalisme positif yang dikaitkan dengan kualitas jurnalisme. Apalagi pasar kita yang merupakan kombinasi antara pasar rasional dan pasar emosional,” kata Johnny.

Johnny juga mengatakan pendatang media baru makin mudah dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sehingga minat akan OTT makin meningkat seiring waktu.

“Ini tantangan riil media mainstream konvensional, tantangan real jurnalisme pertelevisian, tantangan riil Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan industri pertelevisian kita. Ini enggak bisa main-main dengan kata-kata. Ini suatu keputusan besar yang harus diambil bersama-sama,” kata Johnny.

Konsumsi media OTT di Indonesia merupakan yang paling tinggi di kawasan Asia Tenggara, mengutip Kominfo. Setiap bulan, masyarakat menonton 3,5 miliar jam OTT.

Kementerian berharap seluruh pihak bisa bekerja sama dan beradaptasi untuk menghadapi tantangan-tantangan baru pada era digital. (ant/ris/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Selasa, 27 September 2022
30o
Kurs