Kamis, 29 Juli 2021

Kesan Wakil Ketua KPID Jatim, Dekan UMM, dan Ketua BAMAG Terhadap Suara Surabaya

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Agus Susanto Ketua Umum BAMAG LKK Indonesia, Immanuel Yosua Wakil Ketua KPID Jatim dan David Hermawan Dekan Fakultas Pertanian Peternakan UMM bersama Eddy Prastyo Manajer Produksi dan Pimred Suara Surabaya Media berfoto bersama di lantai 3 Suara Surabaya Centre (SSC), Kamis (17/6/2021). Foto: Marta suarasurabaya.net

Beberapa orang dari berbagai lembaga berkunjung ke Suara Surabaya Centre (SSC), Kamis (17/6/2021) sore.

Mereka di antaranya Agus Susanto Ketua Umum Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) LKK Indonesia, Immanuel Yosua Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim, dan David Hermawan Dekan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Tujuan kunjungan ini tak lain untuk melihat dan belajar langsung dapur media penyiaran radio dan berita digital beserta sosial media di Suara Surabaya Media.

Agus Susanto Ketua BAMAG mengatakan, salah satu keunggulan Suara Surabaya adalah orisinalitasnya. Dengan menerapkan sistem jurnalisme warga dan keterbukaan publik, SS dapat mengerahkan masyarakat untuk dapat berbicara langsung tentang sistem pelayanan publik di daerahnya, kecelakaan, hingga orang hilang.

“Saya suka Suara Surabaya karena orisinalitasnya. Interaksi masyarakat secara langsung tanpa ada skenario. Jadi masyarakat boleh bicara, jurnalisme warganya kuat. Sebagai radio, SS salah satu media yang guidance isu-isu nasional hingga lokal, dan punya orisinalitas yang masif,” kata Agus kepada suarasurabaya.net.

Dia juga cukup terkesan dengan ‘dapur’ produksi lembaga penyiaran radio, yang menurutnya, sudah mengoptimalkan teknologi dan media digital sebagai penunjang distribusi konten.

Selain itu, peran Suara Surabaya dalam menyaring berbagai info yang tersebar, mana yang berita bohong (hoaks), dan mana info yang benar juga terasa.

“Saya melihat dapurnya SS dikelola sangat profesional, tidak lazimnya media radio yang dikelola dengan banyak teknologi yang mendukung. Banyak juga filter-filter pemberitaan, jadi kita tahu mana yang hoaks mana yang tidak,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Immanuel Yosua Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim.

Sebagai lembaga regulator penyelenggaraan penyiaran, KPID juga mengapresiasi kunjungan ke Suara Surabaya yang dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Dia berharap, semangat penyiaran yang ada di Suara Surabaya Media dapat disalurkan ke media-media lokal lain.

“Jangan kapok-kapok, nanti kami sarankan lembaga penyiaran daerah yang ngos-ngosan biar datang ke SS supaya senang, supaya bersemangat lagi,” kata Yosua .

Dia juga cukup tertarik dengan konsep communal space di ruang kerja Suara Surabaya Media beserta food traffic atau stan makanan di lantai G gedung.

Menurutnya, sistem produksi kerja sebuah media sudah seharusnya saling terintegrasi dan terkoordinasi. Sehingga ruang-ruang yang ada di SSC, kata Yoshua, memudahkan kru saling berinteraksi.

“Kita juga senang dengan konsep radio caffee ini sehingga semua orang bisa berinteraksi,” kata Yoshua. “Buat kami di KPID, SS harus jadi lembaga penyiaran terdepan untuk terus menghidupkan lembaga penyiaran, khususnya penyiaran radio,” tambahnya.

David Hermawan Dekan FPP UMM yang ikut dalam kunjungan sore ini memberikan masukan untuk Suara Surabaya.

Sebagai akademisi, khususnya yang memiliki fokus di bidang pangan, David berharap Suara Surabaya dapat menjadi media yang multidimensi.

Salah satunya memperbanyak lagi informasi mengenai kondisi pangan, yang saat ini sedang menjadi fokus dunia dan dalam negeri.

“Yang di-update juga tentang krisis krusial, terutama di bidang pangan dan budaya. Bukan hanya covid yang dibahas terus, tetapi juga akibat dampaknya. Pangan kan sekarang jadi concern dunia. Sudah seharusnya SS juga mengambil peran,” jelas David.

Selanjutnya, dia berharap karya-karya inovasi teknologi di bidang pertanian, peternakan dan perikanan lebih memiliki ruang publikasi di media mainstream. Salah satunya dengan menggandeng Suara Surabaya.

“Kami ingin melihat bagaimana media mainstream yang kami pilih dan kerja sama, mempublikasikan karya-karya inovasi teknologi. Kami menggandeng Suara Surabaya agar bisa menjadi bagian dari Pentahelix (di bidang pangan),” kata David.

Pentahelix sendiri adalah sebuah konsep di mana lima unsur yang bersatu-padu dalam komitmen untuk mengembangkan dan mempercepat proses pembangunan. Lima unsur tersebut di antaranya pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media.

Rombongan ini sempat berkeliling untuk melihat proses produksi penyiaran dan digital di Suara Surabaya. Baik di ruang siaran (on air), sosial media, portal berita hingga ruangan grafis dan podcast.

Kunjungan kali ini ditutup dengan berfoto bersama peserta kunjungan bersama Eddy Prastyo Manajer Produksi sekaligus Pimpinan Redaksi Suara Surabaya Media.(tin/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Antrean Vaksinasi di Terminal 2 Juanda

Suasana Vaksinasi di Grand City

Surabaya
Kamis, 29 Juli 2021
31o
Kurs