Minggu, 28 November 2021
38 Tahun Suara Surabaya, The Next Journey

Dari Kantor Baru, Suara Surabaya Tegak Melangkah Meneruskan Mimpi Para Pendahulu

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Gedung Suara Surabaya Centre di Jl. Raya Bukit Darmo no. 22-24 Surabaya. Foto: Ilham suarasurabaya.net

Setahun terakhir, sejak 11 Juni 2020 sampai 11 Juni 2021, ada sejumlah peristiwa yang menjadi catatan bagi Suara Surabaya. Mulai dari jebolnya pertahanan Suara Surabaya sehingga puluhan kru terpapar Covid-19 pada September tahun lalu, pindah kantor ke Bukit Darmo di awal tahun ini, dan peristiwa terakhir yang membuat semua kru bersedih, perginya Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media untuk selamanya.

“Satu tahun terakhir adalah situasi yang enggak ada habisnya kalau kita melihat dalam konteks kesulitan, ya. Tapi yang merasakan sulit bukan hanya kita. Melainkan seluruh dunia. Bangsa kita juga terdampak akibat Pandemi Covid-19 ini. Berubah semua tatanan ekonomi, sosial, dan budaya. Ada catatan juga, barusan kita kehilangan sosok Mas Errol,” ujar Wahyu Widodo Direktur Bisnis Suara Surabaya Media.

Wahyu Widodo Direktur Bisnis Suara Surabaya Media. Foto: SS Media

Namun, di usia ke-38 Suara Surabaya yang jatuh tepat 11 Juni 2021, Wahyu Widodo yang akrab disapa Doddy menegaskan, media massa radio swasta yang mengawali siaran pertama pada 11 Juni 1983 itu tidak akan larut dalam kesedihan. Karena masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang perlu dikerjakan, dituntaskan, kembali dievaluasi untuk menjadi PR baru, dan begitu seterusnya.

“Suara Surabaya punya PR besar untuk mengelaborasikan seluruh potensi, network, pikiran, dan kemampuan. Kami akan arahkan agar Suara Surabaya punya peran lebih besar untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan setiap masalah yang terjadi di sekitar kita,” ujarnya.

Artinya, semua peristiwa yang terjadi setahun terakhir takkan bisa menghentikan Suara Surabaya dalam berinovasi, menciptakan kreativitas baru dengan segala daya dan upaya, mempertahankan nilai-nilai mulia Jurnalisme Radio dan Jurnalisme Warga, serta menguatkan komitmen untuk selalu menjadi jembatan menuju solusi atas setiap masalah yang terjadi di masyarakat.

Meski Sang Raja Terakhir, Sang Penjaga nilai dan semangat Suara Surabaya yang dibangun dengan susah payah oleh para pendahulu telah tiada, nilai dan semangat itu telah tertanam begitu dalam di hati setiap kru. Semangat almarhum Errol Jonathans CEO Suara Surabaya, Sang Penjaga, akan tetap hidup di hati kami semua.

Lantas apa lagi yang akan dilakukan Suara Surabaya di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini? Doddy yang merupakan putra almarhum Soetodjo Soekomihardjo Pendiri Suara Surabaya memastikan, ke depan masih ada banyak hal yang akan dilakukan SS Media seiring perkembangan teknologi yang ada.

“Karena dari lahir Suara Surabaya sudah menyatakan sangat terbuka melihat perkembangan teknologi, menjadikannya bagian dari strategi, bagian dari bentuk kreatif layanan informasi dan layanan lain ke publik. Karena sejak awal, DNA Suara Surabaya tidak alergi dengan perkembangan teknologi. Kami melihat teknologi sebagai bagian yang membantu kami mencari solusi,” ujarnya.

Ruangan Gatekeeper dan Newsroom di gedung SSC. Foto: Ilham suarasurabaya.net

Doddy adalah pelaku sekaligus saksi hidup bagaimana Suara Surabaya melewati setiap kemajuan teknologi dengan berbagai inovasi yang bisa dianggap pertama ada untuk ukuran radio di tanah air. Mulai dari penerapan Jurnalisme Warga pada 1994 silam ketika telepon seluler mulai banyak digunakan, juga penerapan audio streaming via situs web suarasurabaya.net pada 1999.

Setelah memulai siaran 24 jam pada 2001 silam, empat tahun kemudian pada 2005, Suara Surabaya mulai menampilkan visual live streaming suasana ruang siaran. Inovasi ini terus disempurnakan hingga 2015 lalu, integrasi visual dan audio memungkinkan Suara Surabaya menawarkan format Visual Radio kepada seluruh pengakses.

Terbentuknya divisi New Media pada 2013 sebagai pengelola suarasurabaya.net dan berbagai kanal media sosial seperti laman Facebook e100, Twitter @e100ss dan @Youthssfm, YouTube Suara Surabaya, serta Instagram suarasurabayamedia, juga membuktikan bahwa Suara Surabaya Media benar-benar tidak alergi dengan teknologi.

“Kami akan terus mengembangkan sesuatu seiring perkembangan teknologi secara bijak. Sesuatu yang memang bisa dikolaborasikan dengan Radio Suara Surabaya untuk menciptakan layanan-layanan publik yang punya pengaruh lebih besar, serta membangun solusi yang lebih tepat sasaran atas setiap permasalahan publik yang ada,” ujar Doddy.

Situasi lantai 3 Gedung Suara Surabaya Centre (SSC) tempat kantor Suara Surabaya yang mengusung tema komunal. Foto: Ilham suarasurabaya.net

Suara Surabaya akan mengembangkan berbagai inovasi, peran, dan pengaruh itu dari Suara Surabaya Centre, markas baru seluruh kru SS Media di Jalan Raya Bukit Darmo 22-24, Surabaya. Karena menurut Doddy, semangat inovasi dan kolaborasi itulah yang menjadi landasan desain kantor baru Suara Surabaya Media ini.

“Pindah kantor meski pun, jujur, ngoyo (dengan upaya sangat keras), karena di tengah situasi yang sulit (akibat Pandemi Covid-19), hampir saja bangunan ini tidak jadi. Berbagai upaya pindah kantor ini bukan bermaksud untuk gaya-gayaan. Sekadar biar terlihat keren. Suara Surabaya pindah kantor untuk mengaktivasi pengembangan layanan yang lebih besar kepada publik,” katanya.

Di kantor barunya di Suara Surabaya Centre, Suara Surabaya Media ingin melakukan banyak hal baru yang sebelumnya tidak bisa dilakukan ketika masih berada di Puncak Bukit Wonokitri, Jalan Wonokitri Besar 40C, Surabaya. Kantor yang menurut Doddy penuh kenangan akan perjuangan “berdarah-darah” para pendiri dan kru pendahulu.

Perayaan akhir tahun di kantor Suara Surabaya Media, Jalan Wonokitri Besar 40 C, Surabaya pada Selasa (31/12/2019). Foto: Totok suarasurabaya.net

“Di Wonokitri Besar, hampir 38 tahun kami di sana, melewati banyak peristiwa untuk mengembangkan Suara Surabaya. Ketika pindah ke sini, kami punya mimpi berlipat karena sekarang kami punya akses yang lebih mudah dengan desain yang lebih kolaboratif. Kami bermimpi bisa melakukan banyak hal bersama masyarakat yang dulu belum atau enggak sempat kita pikirkan ketika masih di kantor lama,” ujarnya.

Doddy bersyukur dan berterima kasih kepada semua kawan-kawan pendengar maupun netter yang memercayakan referensi, informasi, dan memercayakan Suara Surabaya sebagai mitra, media yang dipercaya, dalam berbagai kegiatan.

“Kepercayaan publik kepada Suara Surabaya itu adalah berkah yang luar biasa di usia kami yang ke-38. Semoga ke depan Suara Surabaya tetap mendapatkan kepercayaan itu, dan dipercaya untuk berkolaborasi mengembangkan solusi bersama dalam perjalanan ke depan yang masih sangat panjang,” katanya.

Logo 38 tahun Suara Surabaya Media.

Akhir kata, seluruh Kru Suara Surabaya media berterima kasih sekaligus memohon maaf, karena pada hari berbahagia namun di tengah situasi pandemi, tidak ada perayaan ulang tahun yang memungkinkan stakeholder, narasumber, dan seluruh pengakses bertemu secara langsung di studio kami.

Yang pasti, kami tetap mengajak Anda, terus bersama sama dalam perjalanan selanjutnya. Menemukan solusi dalam Next Journey Suara Surabaya Media.(den/ipg/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
24o
Kurs