Sabtu, 29 Januari 2022

SMP Muhammadiyah 14 Lamongan Kunjungi SSC, Belajar Seluk Beluk Media

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Kunjungan siswa siswi SMP Muhammadiyah 14 Paciran, Lamongan ke ruang gatekeeper Radio Suara Surabaya, di Suara Surabaya Centre (SSC) pada Sabtu (18/12/2021). Foto: Gana Suara Surabaya

SMP Muhammadiyah 14, sekolah berbasis pondok pesantren Karangasem di Paciran, Lamongan pada Sabtu (18/12/2021) berkunjung ke Suara Surabaya Centre (SSC). Kedatangan 25 siswa yang tergabung dalam Media Broadcast Jipat ini tak lain untuk belajar tentang seluk beluk media, khususnya radio beserta konfigurasi dengan media digital lain.

Hal ini diungkapkan oleh Ali Efendi selaku kepala sekolah. Ali mengaku terkesan bahwa Suara Surabaya yang sudah berkembang dan dapat mengikuti arus tren digital masa kini.

“Pertama saya mengira ini hanya radio, tidak tahu kalau di dalamnya berkembang. SS itu ternyata punya ‘televisi’, portal online, ditata sedemikian rupa. Saya di sini sangat terkesan sekali,” kata Ali kepada suarasurabaya.net.

Ali Efendi Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 14 saat di ruang gatekeeper pada Sabtu (18/12/2021). Foto: Gana Suara Surabaya

Kedatangan puluhan siswa siswi disambut oleh Yudha dan Aji yang menjelaskan tentang sistem produksi konten digital dan siaran di Suara Surabaya. Mereka mengajak para siswa untuk melihat-lihat sistem produksi digital di Divisi Grafis dan distribusi konten di media sosial dan suarsurabaya.net.

Setelah itu mereka juga dijelaskan konten apa saja yang selama ini diproduksi oleh Suara Surabaya Media beserta beberapa kanal yang digunakan.

“Sampai di sini anak-anak biar belajar perkembangan media saat ini. Dulu Suara Surabaya hanya didengar, sekarang mereka tahu perkembangannya. Semua harus tahu bahwa beradaptasi dengan perkembangan teknologi ada di hadapan dan tangan kita,” kata Ali.

Kunjungan siswa siswi SMP Muhammadiyah 14 Paciran, Lamongan saat mendengarkan penjelasan tentang produksi konten suarasurabaya.net oleh Iping di Suara Surabaya Centre (SSC) pada Sabtu (18/12/2021). Foto: Gana Suara Surabaya

Setelah itu, para siswa siswi tersebut dijelaskan oleh Ananda Maharani penyiar SS tentang sistem siaran radio di Radio Suara Surabaya. Mereka juga sempat melakukan greeting di radio.

Ali sendiri mengaku senang dengan adanya program Jaring Radio di Radio SS. Menurutnya, program Jaring Radio membuat satu radio dapat terkoneksi dengan radio di daerah lain, dan bekerjasama untuk membagikan informasi yang ada di daerah, yang bisa jadi tidak banyak diketahui.

“Bisa melakukan jejaring dengan radio-radio daerah itu bagus. Radio daerah tetap berkembang hidup. Mereka berjejaring melaporkan dari berbagai daerah karena Surabaya sendiri juga banyak dari daerah,” ungkapnya.(tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk TNI Muat Tank Terguling di Tol Perak-Waru KM 9.700

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Surabaya
Sabtu, 29 Januari 2022
29o
Kurs