Selasa, 22 September 2026

Sinar Matahari Yang Sehat Ternyata Bukan Saat Pagi Hari

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan

Ahli kesehatan mengungkapkan waktu terbaik terpapar sinar matahari adalah setelah jam sembilan pagi hingga jam satu siang, bukan sebelum atau sesudah jangka waktu itu.

“Setelah jam sembilan sampai jam satu siang. Bukan pagi-pagi sekali,” ujar Hardinsyah Ridwan, Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, dalam seminar tentang gizi di Jakarta, Jumat (20/3/2015) seperti dilansir dari Antara.

Menurut Hardinsyah, 20 menit per hari terpapar sinar matahari dan dilakukan tiga hingga empat kali dalam seminggu dapat mencegah kekurangan vitamin D, terutama pada anak-anak.

Kekurangan vitamin D berdampak pada pertumbuhan tulang terutama pada masa kanak-kanak.

Di samping itu, kekurangan vitamin ini juga dikaitkan dengan munculnya penyakit-penyakit seperti osteoporosis dan riketsia (pertumbuhan tulang dalam bentuk abnormal).

Hardinsyah mengatakan, sinar matahari adalah salah satu sumber vitamin D yang dibutuhkan tubuh, di samping asupan makanan seperti ikan salmon, sarden, dan sayuran.

“Di samping makanan, dibutuhkan juga sinar matahari,” tutup Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (PERGIZI) pada 2014 itu.(ant/iss/wak)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Selasa, 22 September 2026
26o
Kurs