Jumat, 19 Agustus 2022

Penyelundupan Narkoba Lewat Perairan Ditenggelamkan Saja Termasuk orangnya

Laporan oleh Bruriy Susanto
Bagikan

Komjen. Pol Budi Waseso Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ingin melakukan seperti yang dilakukan Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan, yakni meledakkan kapal di tengah laut.

Sebab, berdasarkan informasi dan data yang dimiliki BNN, banyak peredaran narkoba dari China yang masuk ke Indonesia itu dengan menggunakan kapal melalui jalur laut.

“Saya itu pernah lapor ke Panglima TNI (Jenderal Moeldoko, red). Kemudian KASAL dipanggil, dan saya bilang Pak Panglima ini informasi A1 (pasti,red), jika ada peredaran narkoba di perairan, kapal dan orangnya itu ditenggelamkan saja. Supaya dijadikan monumen di tengah laut,” kata Komjen. Pol Budi Waseso Kepala BNN.

Kemudia Panglima bilang “Wah… Kepala BNN ini menjadi provokator,” kata jenderal akrab dipanggil Buwas menirukan perkataan Panglima.

Namun, lantaran terlalu lama mengambil keputusan, ternyata kapal yang sudah diintai cukup lama ternyata sudah masuk ke Indonesia. Karena, kapal yang membawa narkoba dari China dan transit sandar di Malaysia, mengelabui petugas dengan mengganti bendera dan barangnya juga dipindahkan ke kapal lain.

Saat memindahkannya barangnya dari satu kapal ke kapal lain dengan merubah bendera, negara (Malaysia, red) setempat membiarkannya itu terjadi. “Narkoba ini sekarang sudah masuk ke Indonesia. Dan ini bukti, bahwa ada kepentingan negara untuk menghancurkan Indonesia,” ujar mantan Kabareskrim.

Bahkan, Buwas sendiri pernah melakukan koordinasi dengan negara yang menjadi tempat pengiriman narkoba dan sandar kapal. Selalu berkelit dan mengaku tidak pernah ada yang namanya peredaran narkoba.

Tidak hanya itu, BNN juga pernah berkoordinasi untuk memberantas narkoba di tempat peredaran (China dan Malaysia, red). “Padahal, kita punya bukti dan fakta berdasarkan informasi, mulai dari namanya dan titik koordinat. Tapi, selalu bilangnya tidak ada,” ujarnya.

Karena tidak mendapatkan koordinasi dengan baik, Buwas akhirnya merasa tidak ingin bekerjasama dengan negara-negara ASEAN yang mengaku ikut memberantas narkoba. “Iya kalau seperti ini, bilaperlu negara kita tidak usah ikut tanda tangan untuk memerangi narkoba,” kata Buwas.

Apalagi, akibat dari narkoba, banyak generasi penerus bangsa itu rusak. Walaupun dirinya, dalam memerangi narkoba sering mendapatkan perlawanan. Karena idenya itu banyak menuai kontroversial yang dianggap melanggar HAM.

Seperti para pengedar dan bandar narkoba itu dijatuhi hukuman mati. “Malaysia dan Singapura itu sendiri sudah melakukannya hukuman mati untuk pengedar narkoba yang terbukti. Tapi, begitu Indonesia melaksanakan hukuman mati, banyak pertentangan dinilai melanggar HAM. Inilah sudah jelas ada kepentingan negara yang terlibat ingin menghancurkan Indonesia,” ujar dia.(bry/ipg)

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Jumat, 19 Agustus 2022
29o
Kurs