Senin, 19 April 2021

Jelang Lebaran, PDI Perjuangan Berangkatkan Seribu Pemudik Ke Surabaya dan Semarang

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan (jaket merah) menyalami peserta mudik gratis tujuan Surabaya, Minggu (2/6/2019), di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Foto: Istimewa

Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDI Perjuangan, melepas rombongan pertama pemudik berjumlah total 742 orang dengan tujuan akhir Surabaya, Jawa Timur, menumpang Kereta Api Bangunkarta Lebaran.

Pemberangkatan dilakukan dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (2/6/2019) pagi.

Menurut Hasto, mudik gratis dengan moda kereta api sudah disediakan oleh partainya dalam lima tahun terakhir. Untuk tahun ini, secara total ada 1142 penumpang yang diberangkatkan dengan dua kereta pada hari ini.

Setelah KA Bangunkarta pagi ini, malam nanti 400 penumpang akan diberangkatkan dengan kereta bertujuan akhir kota Semarang, Jawa Tengah.

“Ini yang kami berangkatkan naik kereta. Sisanya kita akan berangkatkan dengan bus siang nanti,” kata Hasto.

Sebelum memberangkatkan, Hasto sempat ke 10 gerbong kereta yang diisi peserta mudik gratis PDI Perjuangan. Dia menyapa, menyalami, hingga memastikan setiap penumpang mendapatkan bekal untuk berbuka puasa yang sudah disiapkan.

Beberapa penumpang sempat meminta foto bersama, termasuk pasangan orang tua peserta mudik gratis yang dilayani Hasto dengan baik.

Hasto juga menjadikan momentum itu untuk mengecek kesiapan serta pelaksanaan kerja petugas Stasiun Pasar Senen dalam mudik Lebaran tahun ini.

Hasilnya, Hasto menilai pelaksanaan layanan transportasi di era pemerintahan Jokowi semakin baik. Selain keberangkatan yang tepat waktu, stasiun terlihat sangat bersih dan melaksanakan aturan dilarang merokok yang tegas.

Bahkan rombongan mudik gratis juga merasakan kedisplinan baik ala layanan transportasi kereta api saat ini. Diceritakan Hasto, ada belasan penumpang yang datang dengan data berbeda di karcis dengan kartu tanda pengenal. Dan sesuai aturan, penumpang demikian tak diangkut.

“Ini menunjukkan bahwa dengan disiplin dengan penerapan peraturan yang diimplementasikan tanpa pandang bulu akan mendorong seluruh warga untuk berdisiplin. Kami mendukung karena ini untuk membangun budaya disiplin bahwa ke depan siapa pun yang berangkat, tiketnya itu harus sesuai dengan nama dan KTP ketika mendaftar,” tegasnya.

Hasto dan jajarannya pun lalu melambaikan tangan kepada para penumpang saat kereta perlahan meninggalkan Stasiun Pasar Senen.(rid/dwi/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Senin, 19 April 2021
32o
Kurs