Minggu, 29 Mei 2022

Senin, Polisi Akan Panggil Anak-anak yang Terlibat Penganiayaan

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Hasil tangkap layar video pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah anak-anak di Surabaya ramai yang ramai di media sosial. Foto: Istimewa

Kasus video dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anak-anak di Surabaya dan viral di media sosial telah dinaikkan ke tahap penyidikan. Ini disampaikan AKP Ruth Yeni Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, Kamis (4/7/2019).

Usai menerima laporan dan memeriksa saksi pelapor serta korban, kata dia, pihaknya akan memanggil sembilan anak yang diduga terlibat penganiayaan itu. Mereka akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi, pada Senin (8/7/2019).

“Sudah gelar perkara, masuk tahap penyidikan. Rencananya, kami akan memanggil untuk memeriksa 9 anak-anak sebagai saksi hari Senin,” kata Ruth melalui sambungan telepon, Kamis (4/7/2019).

Terkait latar belakang dugaan penganiayaan itu, Ruth mengaku masih belum bisa memastikan. Namun dari keterangan korban, sementara itu terjadi karena kesalahpahaman.

“Dugaan penganiayaan. Sementara keterangan sepihak saja karena kesalahpahaman. Nanti jelasnya setelah pemeriksaan 9 anak itu,” tambahnya.

Sebelumnya, video pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah anak-anak di Surabaya ramai di media sosial. Video tersebut merekam aksi sejumlah anak-anak perempuan yang melakukan kekerasan terhadap seorang anak perempuan lainnya yang diduga rekannya sendiri.

Di dalam video itu, memperlihatkan delapan anak perempuan mengeroyok seorang perempuan berbaju hitam di Jalan Dharmahusada Indah Barat VIII, Surabaya. Pengeroyokan itu dilakukan secara bergiliran oleh delapan anak-anak. Di video itu, korban atau anak yang dikeroyok menangis kesakitan.

Menanggapi hal itu, AKP Ruth Yeni pun membenarkan kejadian itu. Di mana pengeroyokan itu terjadi pada 27 Juni 2019 dan saat ini sudah ditangani pihak kepolisian.

Pihak orang tua korban juga sebelumnya telah melaporkan kejadian itu ke polisi pada 28 Juni lalu. Baik korban maupun pelapor, sudah menjalani pemeriksaan dan hasil visum pun juga telah dikantongi penyidik.

“Laporannya sudah ada di kami, tanggal 28 Juni. Kejadiannya tanggal 27 juni 2019, siang,” kata Ruth melalui sambungan telepon, Kamis (4/7/2019). (ang/rst)

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
29o
Kurs