Senin, 30 November 2020

Sidak Stadion GBT, Risma Berikan Arahan Pembenahan

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya melakukan sidak proses perbaikan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (23/11/2019). Foto: Humas Pemkot Surabaya

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) proses perbaikan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (23/11/2019). Ini dilakukan untuk mengetahui proggres pembenahan stadion yang bakal digunakan untuk event kejuaraan dunia U-20 Tahun 2021.

Saat sidak, Risma memantau beberapa ruangan, akses serta kelengkapan sesuai persyaratan FIFA. Selain itu, dia berikan arahan perbaikan yang harus dilakukan kepada Iman Krestian Kepala Bidang Pembangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR).

Sesekali, Presiden UCLG ini menggambarkan perubahan bentuk bangunan yang diinginkan melalui coretan gambar di sebuah buku tulis.

“Yang pertama memang ruang ganti pemain terlalu sempit. Suasananya harus bagus. Kemudian, akses pemain tak boleh jadi satu dengan penonton,” kata Risma.

Fasilitas stadion lainnya yang mendapat perhatian Risma adalah pengamanan agar penonton dari tribun tidak turun ke lapangan. Di GBT terdapat sudut tribun yang kerapkali digunakan para suporter untuk meloncat ke bawah mengarah ke lapangan.

“Bagaimana pun, itu perlu. Kalau Surabaya jadi tempat (Kejuaraan Piala Dunia U-20, red) kita harus amankan,” katanya.

Kemudian, prioritas keempat yang juga menjadi perhatian utama, yakni membuat ruang pers lebih memadai. Serta, sesuai arahan PSSI, Pemkot akan menyiapkan lift barang. “Lift yang ada kita perbaiki, dan kita tambah satu lift barang,” terangnya.

Pembenahan Stadion GBT dilakukan secara menyeluruh, termasuk rumput lapangan, lampu dan toilet. Risma berharap, pada Desember mendatang semua pengerjaan sudah lelang. “Nanti masukanku diterjemahkan dalam bentuk desain, kemudian bisa dilelang,” kata dia.

Iman Krestian Kepala Bidang Pembangunan Gedung, dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) mengakui bahwa pekerjaan dengan volume besar agak banyak. Setelah melakukan lelang pada Bulan Desember mendatang, Januari 2019 diharapkan sudah ada pemenang lelang kontraktornya.

“Perubahan-perubahan yang dilakukan hanya penyesuaian saja. Kita targetkan selesai dalam waktu enam bulan. Karena pekerjaannya sebenarnya tak begitu rumit,” sebutnya.

Selain pembenahan, lanjut dia, Pemkot Surabaya juga membangun dua stadion pendukung di sekitar stadion. Iman Krestian mengatakan, agar proses perbaikan dan pembangunan berjalan seiring, pihaknya memisahkan jenis pekerjaan.

“Nanti ada pekerjaan yang sifatnya sangat teknis di GBT, kemudian ada yang arsitektural dengan menambah ornamen, serta sifatnya khusus ada lapangan latihan,” paparnya

Menurutnya, apabila menunggu detail pekerjaan selesai semua dikhawatirkan pekerjaan utama akan tertunda. Untuk itu, proses pengerjaan diparalelkan berjalan sendiri-sendiri.

“Kalau nunggu kematangan lahan pengurukan di lapangan pendukung bakalan menghambat,” jelasnya. (bid)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Senin, 30 November 2020
28o
Kurs