Minggu, 12 Juli 2020

Aplikasi Sistem Rujukan Rumah Sakit Jatim Dilengkapi Command Center

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Rapat Koordinasi bersama 99 Rumah Sakit Rujukan se-Jawa Timur di Kantor Gubernur Jatim, Selasa (30/6/2020). Foto: Humas Pemprov Jatim

Pemerintah Provinsi Jatim dan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II dalam proses menyiapkan aplikasi sistem rujukan untuk mengatasi kelebihan kapasitas (overload) rumah sakit.

Aplikasi sistem rujukan satu pintu atau one gate system itu nantinya diharapkan membantu mengurangi angka kematian pasien Covid-19 akibat keterlambatan rujuk atau ketidaktersediaan kamar.

Aplikasi itu akan terintegrasi dengan command center 24 jam yang dipusatkan di Rumah Sakit (RS) Darurat Jalan Indrapura, Surabaya. Sejumlah petugas akan mengawal proses koordinasi di command center.

Mereka akan mengarahkan pasien Covid-19 ke rumah sakit-rumah sakit rujukan berdasarkan tingkat resiko pasien, serta mencarikan dan memastikan ketersediaan tempat tidur dan kamar bagi pasien.

“Integrasi one gate system ini kami harap mampu untuk memitigasi angka kasus Covid-19 secara komprehensif agar tingkat kesembuhan makin tinggi dan angka kematian bisa turun signifikan,” kata Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim.

Khofifah menyampaikan itu dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 bersama 99 Rumah Sakit Rujukan se-Jawa Timur di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan, Surabaya, Selasa (30/6/2020).

Khofifah bilang, penyiapan aplikasi itu sejalan dengan amanat Joko Widodo Presiden saat berkunjung ke Jatim empat hari lalu. Jokowi saat itu meminta Pemprov Jatim mampu mengendalikan penanganan Covid-19 dalam dua minggu ke depan.

Presiden juga meminta Marsdya TNI Imran Baidirus Panglima Kogabwilhan II mengomandani Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Surabaya.

“Sebelumnya kami sudah memiliki sistem informasi, seperti update data real time, hal-hal yang terjadi di RS, melalui gadget yang kami titipkan di tiap-tiap rumah sakit rujukan. Update data itu akan terintegrasi dalam sistem rujukan ini,” ujarnya.

Marsdya TNI Imran Baidirus Panglima Kogabwilhan II menjelaskan, cara kerja sistem rujukan satu pintu adalah masing-masing RS rujukan memiliki Person In Charge (PIC). Tugasnya menginformasikan apakah RS-nya bisa menerima pasien Covid-19 dan meng-update data kepada command center di RS Darurat Jalan Indrapura.

“Di command center, akan tersaji data semua rumah sakit yang bisa menerima pasien. Jadi, jika ada pasien yang akan dirujuk ke RS lain, command center akan menghubungkan kedua RS itu, lalu memastikan ketersediaan bed, dan mengarahkan pasien akan dirujuk ke mana. Sehingga pendistribusiannya cepat,” katanya.

Irjen Pol Mohammad Fadil Imran Kapolda Jatim mengatakan, Polda siap mengawal dan mendukung penuh upaya Pemprov mengendalikan dan menekan laju penularan Covid-19 di Jatim.

Dia juga akan menginstruksikan jajarannya untuk menjaga dan memperkuat pengamanan di seluruh rumah sakit rujukan di Jatim dari kemungkinan oknum masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Dia mencontohkan, masyarakat yang berupaya mengambil paksa jenazah pasien Covid-19, kemudian membuka dan memakamkan jenazah itu tanpa menerapkan protokol pemakaman Covid-19.

“Kami sudah perintahkan kepada para Kapolres untuk menempatkan personilnya di RS rujukan selama satu kali dua puluh empat jam. Setelah rapat ini, saya tekankan kembali pengamanan itu. Jadi, saya harap tenaga kesehatan bisa bekerja dengan tenang. Kami yang nanti akan mengawal keamanannya,” tegasnya.

Mayjend TNI Widodo Iryansayah Pangdam V Brawijaya juga akan meminta jajarannya tidak berhenti memberi pemahaman pentingnya menjaga protokol kesehatan kepada masyarakat.

Dia tetap mengutamakan penyampaian pemahaman dengan cara humanis. Menurutnya, hal itu memang tidak mudah, namun cara humanis itu harus tetap dilakukan untuk menyelamatkan nyawa manusia.

“Saya hampir setiap hari olahraga pagi di lapangan Makodam V/Brawijaya. Banyak anak-anak muda yang belum disiplin pakai masker. Melihat itu, saya bagikan masker kepada mereka. Saat itu memang langsung dipakai. Tapi hari berikutnya, ada yang kembali tidak memakai masker, lalu saya beri masker lagi dan saya ajak dialog. Kami harus sabar, karena ini untuk keselamatan mereka,” ujarnya.(den/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Mobil Masuk Sungai di Kaliwaron

Mobil Tabrak Pohon

Jangan Sembarangan Main Layang-Layang, Guys

Surabaya
Minggu, 12 Juli 2020
32o
Kurs