Jumat, 2 Oktober 2020

BUMN Diminta Memperbanyak Bilik Disinfektan ala Risma

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Mufti Anam Anggota Komisi VI DPR RI. Foto: Istimewa

Mufti Anam Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN meminta kalangan BUMN memproduksi atau memperbanyak bilik disinfektan Trisakti ala Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.

“BUMN bisa mengambil peran dengan memperbanyak bilik-bilik semacam itu, bekerja sama dengan lembaga pendidikan terkait. Bisa dengan mengolaborasikan BUMN manufaktur dan BUMN farmasi,” ujarnya, Sabtu (21/3/2020).

Tujuannya, kata dia, tidak lain untuk mencegah penyebaran virus SARS CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

BUMN manufaktur, sambung politisi PDI Perjuangan itu dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, bisa diandalkan untuk mempercepat produksi masal bilik-bilik sterilisasi tersebut.

Sementara BUMN farmasi, menurutnya andal dalam menyediakan cairan disinfektan. Soal hak produksi, Mufti bilang, pasti bisa dikomunikasikan dengan pihak yang terlibat pengembangan bilik itu.

Menurutnya, pembuatan bilik disinfektan ktu tidak akan memakan waktu yang lama. Karena bentuknya sederhana. Baik model ruangan atau chamber maupun yang tunnel (terowongan).

“Injeksi cairannya dan sistem di dalam bilik itu saya kira juga sederhana. Ini sangat bisa dikerjakan. Dipasang di ruang-ruang publik yang ada di seluruh Indonesia,” katanya meyakinkan.

Mufti mengatakan, bila BUMN mampu mewujudkan upaya memperbanyak bilik disinfektan itu, kiprah nyata BUMN akan semakin lengkap dalam membantu menghadapi wabah COVID-19 ini.

“Mulai dari penyediaan alat rapid test, penyiagaan rumah sakit BUMN, hingga persiapan produksi beberapa obat yang diuji coba. Semakin lengkap,” kata Mufti yang juga Ketua HIPMI Jawa Timur.

Seperti diketahui, Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya hari ini memperkenalkan alat disinfektan baru berupa bilik yang diberi nama “Bilik Disinfektan Trisakti.” Menurutnya, pencegahan penyebaran virus tidak cukup dengan hand sanitizer.

Dengan bilik disinfektan yang dibuat atas kerja sama dengan IT Telkom Surabaya itu, Risma memastikan bahwa seluruh tubuh akan dibersihkan dari berbagai macam virus dan bakteri.

“Ini hanya dengan modifikasi shower dalam bak kaca kamar mandi. Atas kerja sama dengan Dinas Kesehatan serta tim teknis, maka blower yang ditambahkan dalam bilik menyemprotkan disinfektan dengan ukuran tertentu,” ujarnya.

Dia berharap, selain lingkungan yang diamankan dengan penyemprotan disinfektan, tubuh juga akan terlindungi. Risma juga sedang merancang model yang berbentuk lorong sehingga mampu bekerja cepat dengan skala lebih besar.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan sudah mengapresiasi inovasi Risma itu. Menurutnya, selain cara-cara modern yang inovatif, Risma bersama jajaran PDIP juga menyiapkan jamu-jamu tradisional untuk rakyat.(den/ang/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Jumat, 2 Oktober 2020
28o
Kurs