Minggu, 24 Januari 2021

Bilik Sterilisasi COVID-19 Pesanan Risma Sudah Jadi

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Bilik sterilisasi buatan IT Telkom Surabaya yang akan ditaruh di tempat umum untuk mencegah penyebaran virus corona. Foto: Bas suarasurabaya.net

Tri Rismaharini Walikota Surabaya telah memesan bilik sterilisasi COVID-19. Tapi Risma belum memutuskan akan dipasang di titik mana bilik sterilisasi yang ia pesan dari IT Telkom Surabaya itu. Ia hanya menyebut, bilik sterilisasi itu akan ditaruh di tempat umum.

“Di tempat-tempat umum yang kita jaga. Kan harus ada aliran listriknya, kalau tiba-tiba ada yang mrotoli ya gimana. Harus ada penjaganya. Minimal itu, nanti kita lihat,” katanya usai menerima bilik sterilisasi dari Rektor IT Telkom Surabaya di rumah dinasnya Jalan Sedap Malam Surabaya, Sabtu (21/3/2020).

Tri Rismaharini Walikota Surabaya saat menemui wartawan di rumah dinasnya Jalan Sedap Malam Surabaya, Sabtu (21/3/2020). Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Ia mengatakan, masih meminta tiga buah bilik sterilisasi kepada IT Telkom selaku pembuat. Di lokasi, ada dua bilik sterilisasi dengan dua tipe yang dipamerkan, yaitu bentuk tunnel (terowongan) dan chamber (kamar).

Tri Arief Sadjono Rektor IT Telkom mengatakan, kedua tipe ini punya karakteristik berbeda terutama dalam cara menyemprotkan cairan disinfektan. Tipe tunnel akan langsung menyemprot cairan disinfektan, sedangkan chamber menyemprotkannya dalam bentuk uap.

Saat ini, cairan disinfektan yang digunakan di bilik sterilisasi ini yaitu alkohol 70 persen. Ia mengaku, alkohol 70 persen digunakan sementara hingga ada penelitian yang menemukan cairan lain yang lebih ampuh membunuh virus corona.

“Disinfektan, sementara pakai alkohol 70 persen. Nanti teman-teman dari dinas yang menyiapkan. Sementara ini dulu. Sambil kita jalan, sambil kita lakukan pengujian, sebenarnya virus ini matinya bagaimana, matinya karena apa, itu perlu pengujian. Kalau kita tunggu pengujian terlalu lama. Kita jalan dulu alkohol 70 persen,” jelasnya.

Cara pemakaian bilik ini cukup sederhana. Orang hanya perlu masuk ke dalam bilik selama 18 detik dan disemprot cairan disinfektan. Setelah itu, yang bersangkutan bisa keluar.

Menambahkan, Risma mengaku, kedepan, akan memproduksi bilik sterilisasi sebanyak-banyaknya agar bisa ditaruh di seluruh Surabaya. Saat ini, Surabaya dinyatakan sebagai zona merah wabah Covid-19. Data terakhir pada Jumat (20/3/2020) kemarin, ada 13 orang positif Covid-19 di kota ini. (bas/bid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Minggu, 24 Januari 2021
26o
Kurs