Kamis, 25 Februari 2021

Di Tengah Pandemi Lebur dengan Gadget, Anak-anak Kehilangan Kehidupan Sosialnya

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Anak-anak dan aktivitasnya seperti ini berkurang di masa pandemi. Foto: http://pakistanipages.blogspot.com

Anak-anak dapat dipastikan kehilangan kehidupan sosialnya di tengah pandemi Covid-19 ini. Anak-anak lebur dalam kesehariannya lebih banyak dengan gawai, gadget, handphone. Tugas belajar dan anjuran menjaga jarak juga menghilangkan aktivitas sosial anak-anak.

Meimura aktor, sutradara, seniman menyampaikan itu di peringatan Hari Anak Sedunia 20 November, Jumat (20/11/2020) di masa ketika pandemi Covid-19 juga menjadi bagian tidak terpisahkan bagi keseharian anak-anak di seluruh negeri, termasuk anak-anak di Kota Surabaya ini.

“Sekolah telah digantikan dengan bentuk pembelajaran jarak jauh, aktivitas di luar rumah dibatasi aturan untuk menjaga jarak. Apalagi yang bisa jadi pilihan mereka di situasi seperti itu kalau bukan gadget, handphone. Seakan kehidupan anak-anak hanya ada di layar kecil handphone itu,” terang Meimura.

Sekolah daring, pakai laptop, handphone, mau tidak mau harus dijalani anak-anak setiap hari. Bosan, pasti. Kalau biasanya sebelum pandemi anak-anak bisa bertemu sesama teman sekelas, satu sekolah. Hilang. Karena pandemi telah merenggut semua itu.

Berhadapan dengan gadget, atau layar laptop tentu tidak sama ketika anak-anak ini berbincang, bersendagurau dan bermain dengan kawan-kawannya di sekolah. “Motorik kasar dan motorik halus yang dimiliki anak-anak ini jadi tidak tergarap,” kata Meimura.

Satu diantara dampak kecilnya, anak-anak tidak lagi punya tawa lepas, tawa bebas seperti saat bermain bersama dengan kawan-kawannya, tanpa harus terhalang layar gadget atau laptop. Ini menyedihkan. Karena sejatinya justru di masa anak-anak itulah tawa lepas dan kegembiraan bermain menjadi bagian penting bagi hidup anak-anak.

“Bagi keluarga berkecukupan, barangkali otot-otot anak-anak masih mampu bekerja dengan dukungan asupan makanan yang cukup meskipun tak terdengar lagi humor dan kelucuan wajar anak-anak. Tapi bagaimana dengan anak-anak yang berada di tengah keluarga yang tidak berkecukupan???” tanya Meimura.

Meimura semakin khawatir jika kondisi pandemi yang terjadi saat ini kemudian menjadi berkepanjangan. Anak-anak yang akhirnya lebur bersama laptop dan gadget di kesehariannya dapat dipastikan kehilangan sense humornya, muram dan imajinasinya menumpul.

Di peringatan Hari Anak Sedunia tahun ini, Meimura ingin menegaskan jika pandemi berkepanjangan, lalu bagaimana dengan bonus demografi tentang generasi sehat, cerdas yang kerap didengung-dengungkan itu. “Rasanya bakal sia-sia. Muspro kata Besut dan Rusmini,” kutip Meimura terkait lakon Besut dan Rusmini yang kerap dimainkannya.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Sungai di Jemursari

Truk Tabrak Rumah di Purwosari

Penambalan Jalan di Kletek

Operasi Sidoresik di Gedangan

Surabaya
Kamis, 25 Februari 2021
24o
Kurs