Kamis, 7 Juli 2022

Gubernur Pastikan Ribuan PMI Jatim Akan Dites Cepat Sebelum Pulang ke Rumah

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (23/3/2020) petang. Foto : Abidin suarasurabaya.net

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur akan memastikan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur yang pulang ke Tanah Air menjelang lebaran ini akan mendapat penanganan rapid test (tes cepat).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim memperkirakan ada lebih dari 6.300 PMI asal Jatim yang akan pulang menjelang lebaran ini.

Himawan Estu Bagijo Kadisnakertrans Jatim, Selasa (31/3/2020), mengatakan, sebagian besar dari mereka yang pulang menjelang lebaran 2019 lalu terbanyak dari Hongkong, Taiwan, Malaysia, dan Singapura.

Soal kepulangan PMI ini, Khofifah mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. Menurutnya, Pemerintah Pusat sudah melakukan antisipasi makin luasnya penyebaran Covid-19.

Beberapa waktu lalu, Khofifah mengikuti rapat virtual bersama Menko Maritim dan Investasi (Marves). Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Jawa Barat, dan Jawa Tengah juga mengikuti rapat itu.

“Itu (kepulangan PMI) sudah dalam antisipasi Menko Marves. Karena hari-hari ini, justru yang menjadi pilihan transportasi adalah melalui jalur laut dan tiba di pelabuhan,” ujar Khofifah.

Seperti dijelaskan Kadisnakertrans Jatim, ada tiga pintu masuk PMI asal Jatim. Di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, dan Pelabuhan Bintan, Kepulauan Riau.

“Saat rapat itu, Gubernur Kepri menyampaikan, sejauh yang mereka konfirmasi yang datang baru PMI dari Sumatera. Yang dari Jawa belum terkonfirmasi,” katanya.

Khofifah memastikan, Pemprov Jatim akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Kepri yang menjadi salah satu pintu masuk, yang mana di tengah wabah Covid-19, menjadi pilihan utama para PMI.

“InsyaAllah kami koordinasi. Kami juga menyiapkan ruang observasi di Museum Puspenerbal Juanda. Daya tampungnya kira-kira 150 orang. Kami akan pastikan, PMI (dari Jatim) yang pulang, dicek suhu tubuh lalu menjalani rapid tes,” ujarnya.

Sebagai alat screening, rapid test menurut Khofifah lebih efisien karena hasil tes itu bisa sangat cepat muncul, tidak lebih dari satu jam. Bagi PMI yang terkonfirmasi PDP, langsung dirawat di RSUD dr Soetomo.

“Kami sama-sama ikhtiar. Hanya saja, masa inkubasi virus ini menurut literatur bisa lebih dari 14 hari,” ujarnya.

Khofifah pun akan menerapkan rapid test berkala setiap tujuh hari sampai masa inkubasi selesa terhadap para PMI asal Jatim.

Perlu diketahui, di luar rencana kepulangan PMI asal Jatim jelang lebaran yang diperkirakan 6.300 orang itu, sejak Januari sampai 29 Maret kemarin sudah ada 5.619 PMI asal Jatim yang pulang.

Sebagian besar PMI asal Jatim ini memang pulang dari negara terjangkit Covid-19. Antara lain, yang pulang dari Hongkong sebanyak 2.498 orang, Taiwan 1.270 orang, dan Singapura 1.021 orang.

Berdasarkan data Disnakertrans Jatim daerah asal terbanyak PMI yang sudah pulang itu adalah warga Kabupaten Malang sebanyak 821 orang. Lainnya, Kabupaten Blitar 778 orang, dan Ponorogo 688 orang. (den/ang/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 7 Juli 2022
28o
Kurs