Senin, 6 Desember 2021

Lebih dari 5.600 Pekerja Migran Jatim Sudah Pulang dari Negara Terjangkit

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Pekerja migran Indonesia menunjukkan tanda pengenal deportasi ketika dilakukan pendataan kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (24/3/2020). Sebanyak 81 pekerja migran Indonesia di deportasi melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre pasca diberlakukannya "Lockdown' atau penutupan pintu perbatasan oleh Pemerintah Malaysia. Foto: Antara

Data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, sudah ada 5.619 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim yang pulang dari negara penempatan sejak awal Januari sampai 29 Maret 2020.

Sebagian besar PMI asal Jatim ini memang pulang dari negara terjangkit Covid-19. Antara lain, yang pulang dari Hong Kong sebanyak 2.498 orang, Taiwan 1.270 orang, dan Singapura 1.021 orang.

Berdasarkan data Disnakertrans Jatim daerah asal terbanyak PMI yang sudah pulang itu di Kabupaten Malang. Yakni sebanyak 821 orang. Lainnya, Kabupaten Blitar 778 orang, dan Ponorogo 688 orang.

Himawan Estu Bagijo Kepala Disnakertrans Jatim mengatakan, untuk jumlah PMI asal Jatim yang masih berada di negara penempatan dan akan pulang menjelang lebaran belum terpantau.

Namun, berdasarkan data 2019 lalu, Himawan mengestimasi totalnya ada 12.000 PMI dari sejumlah daerah di Jatim dengan penempatan di berbagai negara yang pulang menjelang lebaran.

“Kalau tahun lalu terbanyak dari negara seperti Hong Kong, Malaysia, Taiwan, dan Singapura. Menjelang lebaran, biasanya mereka pulang lewat tiga pintu masuk,” ujarnya kepada suarasurabaya.net.

Adapun tiga pintu masuk yang dia sebutkan antara lain dari Bandara Internasional Juanda Surabaya, Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, dan Pelabuhan Bintan Bintan, Kepulauan Riau.

“Kami tidak bisa memperkirakan berapa total yang sudah pulang, karena kami hanya bisa memantau yang datang di pintu masuk Bandara Juanda saja,” kata mantan Kepala Biro Hukum Pemprov Jatim ini.

Kalau berdasarkan estimasi 2019 lalu, jumlah PMI asal Jatim yang diperkirakan akan pulang menjelang Lebaran tahun ini mencapai lebih dari 6.300 orang. Pemprov, kata Himawan, sudah siap penanganan.

“Nanti kami akan melakukan sesuai dengan regulasi yang ada,” ujarnya. Apakah Pemprov juga menyediakan sistem screening untuk kepulangan PMI? “Iya, pasti dong.” (den/ang/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
28o
Kurs