Sabtu, 8 Agustus 2020

Gunakan Co-Firing, PJB Jaga Eksistensi Lingkungan

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Penggunaan co-firing untuk PLTU Tenayan. Foto: Humas PJB

Menjaga eksistensi lingkungan, Pembangkitan Jawa Bali (PJB) gunakan teknologi co-firing dalam rangka pengelolaan pembangkit, peningkatan kinerja pembangkit sampai dengan inovasi menjaga keberadaan lingkungan agar tetap terjaga.

Maiin maju dan berkembangnya bisnis ketenagalistrikan, tuntutan pengelolaan pembangkit makin beragam, mulai dari peningkatan kinerja pembangkit, biaya pokok produksi yang lebih kompetitif, hingga inovasi menjaga keberadaan lingkungan tetap terjaga.

PT Pembangkitan Jawa Bali  (PJB) membuktikan hal tersebut melalui inovasi co-firing yang sedang hangat diperbincangkan di dunia energi. Sebagai pionir dalam mengimplementasi co-firing di Indonesia, kini PT PJB Kembali mengujicoba co-firing PLTU Anggrek, Gorontalo pada tanggal 11 Juni 2020 lalu serta PLTU Tenayan, Pekanbaru dan juga pada tanggal 20 Juni sampai dengan 21 Juni 2020.

Co-firing PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) adalah sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar energi terbarukan pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.

Pada PLTU Anggrek, digunakan wood chip sebagai campuran bahan bakar batu bara. Wood chip dinilai memiliki kalor yang cukup sebagai bahan bakar pendamping. Berasal dari kayu lamtoro, wood chip yang diujicobakan pada PLTU Anggrek mencapai 5 ton wood chip.

Uji coba yang dilaksanakan pada PLTU Tenayan menggunakan campuran sawdust brown fiber sebesar 1 % dan dioperasikan selama 8 jam. Dari uji coba yang dilakukan, didapatkan hasil pengunaan biomassa sawdust brown fiber yang lebih efisien daripada penggunaan biomassa sebelumnya yang menggunakan cangkang kelapa sawit. Sisi operasional juga berjalan dengan lancer dan tanpa hambatan.

PLTU Tenayan menjadi PLTU pertama di Indonesia yang diujicobakan menggunakan 2 jenis biomassa yang berbeda. Sebelumnya, PLTU Tenayan yang memiliki kapasitas 2 x 110 MW ini pernah mengujibacobakan co-firing menggunakan biomassa cangkang kelapa sawit pada tanggal 27 Januari sampai dengan 31 Januari 2020.

“Kami optimis, sebagai pionir dalam co-firing, PT PJB dapat dengan sukses mengimplementasikan co-firing di seluruh PLTU di Indonesia agar bumi nusantara dapat lebih terjaga dan lingkungan lebih hijau,” papar Iwan Agung, Direktur Utama PT PJB, Senin (29/6/2020).

Optimisme dalam membawa co-firing di seluruh PLTU di Indonesia patut diapresiasi mengingat ini adalah langkah nyata di dunia energi ketenegalistrikan untuk tetap berkomitmen menjaga lingkungan tetap asri. Selain itu, co-firing juga menjadi jawaban untuk menggapai target Bauran Energi Nasional untuk EBT 23% pada tahun 2025.(tok/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

M. Aprileo Habie

Potret NetterSelengkapnya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Surabaya
Sabtu, 8 Agustus 2020
25o
Kurs