Rabu, 28 Oktober 2020

Istana Tetap Rayakan HUT ke-75 Kemerdekaan RI dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Pratikno Mensesneg memberikan keterangan terkait HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia, Senin (6/7/2020), di Kantor Kemensesneg, Jakarta. Foto: Biro Pers Setpres

Istana Kepresidenan tetap akan menggelar acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan menerapkan protokol kesehatan yang aman dari Covid-19.

Bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan tahun ini akan lebih menitikberatkan pada aktivitas virtual.

Hal itu disampaikan Pratikno Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), dalam keterangannya di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (6/7/2020).

“Perayaan hari ulang tahun ke-75 Republik Indonesia tetap harus hikmat, mensyukuri nikmat kemerdekaan. Namun, kita lakukan secara sederhana dengan kemeriahan yang tetap, antusiasme masyarakat yang tetap tinggi, kreativitas dan inovasi juga tetap, hanya saja sesuai dengan protokol kesehatan yang aman dari Covid-19,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mensesneg mengajak masyarakat mulai memeriahkan suasana HUT RI dari bulan Juli. Pratikno berharap partisipasi masyarakat untuk memasang logo dan tema HUT RI di jalan-jalan, tempat-tempat umum, sarana prasarana transportasi, dan berbagai saluran media.

Kemeriahan tersebut akan semakin terasa sampai bulan Agustus dengan pemasangan bendera merah putih di berbagai tempat.

“Jadi, tanggal 1 Juli 2020, mari kita mulai meriahkan menuju bulan kemerdekaan. Kita maju satu bulan dibanding tahun lalu,” tuturnya.

Pratikno menambahkan, upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia akan tetap digelar. Tapi, untuk mematuhi protokol kesehatan, peringatan tersebut akan dihadiri secara terbatas.

“Kami perlu sampaikan, upacara tetap dilaksanakan secara khidmat, tetapi dengan peserta yang terbatas. Semua komponen yang terlibat dalam upacara hadir di situ, termasuk paskibraka, tetapi dalam jumlah yang terbatas,” ucapnya.

Dengan protokol kesehatan, menurut Mensesneg bukan berarti partisipasi masyarakat menjadi terbatas. Pemerintah justru mengharapkan seluruh Rakyat Indonesia ikut aktif terlibat dalam upacara secara virtual.

Nantinya, masyarakat akan dikenalkan kepada sebuah tradisi baru di mana saat Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan saat upacara peringatan berlangsung, masyarakat menghentikan segala kegiatannya sejenak dan berdiri dengan sikap tegak sambil mengikuti lantunan lagu kebangsaan.

“Kemeriahan dan kekhidmatan akan tetap dijaga, keterlibatan masyarakat justru kita maksimalkan di seluruh Indonesia terutama secara virtual,” ujarnya.

Sementara itu, Heru Budi Hartono Kepala Sekretariat Presiden menjelaskan secara lebih rinci, dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, para tamu undangan dipersilakan untuk mengikuti jalannya acara secara virtual.

Keputusan itu diambil mengingat suasana pandemi yang tidak memungkinkan untuk menghadirkan masyarakat dan tamu undangan lain dalam jumlah besar, serta lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Kami tidak mengundang masyarakat karena masih adanya PSBB dan kami utamakan kesehatan masyarakat dan protokol kesehatan,” ucap Heru.

Sedangkan yang berkaitan dengan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), sudah diputuskan cuma tiga orang anggota Paskibraka yang bertugas mengibarkan Bendera Merah Putih di Lapangan Istana Merdeka.

“Itu akan kami ambil dari Paskibra 2019 yang pada saat itu tidak naik. Ini ada cadangan di 2019 kami ambil untuk di kegiatan Paskibra di 2020. Sehingga kami melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak merekrut di 2020 karena kami pikirkan kesehatan dan nyawa masyarakat serta mengutamakan protokol kesehatan yang harus kita junjung tinggi,” tandasnya.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Rabu, 28 Oktober 2020
33o
Kurs