Senin, 19 April 2021

Jalan Penghubung Antar Desa di Desa Mantingan Mojokerto Rawan Amblas

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Kondisi dinding penahan aliran sungai di Desa Manting, Kecamatan Jatirejo yang ambrol. Foto: Fuad Maja FM

Dinding penahan aliran sungai di Desa Manting, Kecamatan Jatirejo ambrol pada Minggu (1/11/2020) malam. Tanah di balik dinding yang juga berada di bawah jalan cor penghubung antar desa itu pun longsor.

Fuad, reporter Maja FM pada Rabu (4/11/2020) melaporkan, dinding setinggi 10 meter yang dibangun sejak tahun 2004 ini ambrol karena terkena derasnya aliran sungai dari kawasan hutan dan air kiriman dari wilayah lain. Debet air meningkat akibat hujan deras.

Suntoro (52) warga setempat, mengatakan jalan ambles ini terjadi bersamaan saat hujan intensitas tinggi pada Minggu (1/11/2020) sekira pukul 20.00 WIB.

Saat itu, kata dia, air hujan dari hutan mengalir ke sawah dan ke permukiman penduduk namun gorong-gorong tersumbat sampah sehingga masuk melalui sela-sela plensengan atau dinding sungai di pinggir jalan cor.

“Jalan ambles itu karena air hujan dari hutan yang mengalir ke sawah dan gorong-gorong tersumbat sampah sehingga air masuk ke sela-sela jalanan mempercepat erosi hingga mengenai dinding sungai sampai ambrol,” ungkapnya di lokasi Rabu (4/11/2020).

Dia mengaku khawatir jika jalan ambles dan dinding penahan Sungai tidak kunjung diperbaiki justru dapat membahayakan saat musim penghujan air bisa masuk ke rumah warga.

“Jalan penghubung Desa Manting dan Desa Jembul bisa ambles dan akses terputus karena kondisi tanah di bawahnya sudah berlubang,” terangnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki kontruksi dinding sungai yang menyebabkan jalan ambles itu dan sekaligus merapikan gorong-gorong supaya tidak tersumbat sampah ranting pohon dan limbah rumah tangga.

“Perangkat desa sudah meninjau ke lokasi informasinya sudah mengajukan perbaikan ke dinas terkait PUPR Kabupaten Mojokerto,” ucap Suntoro.

Yahman (50) Kasi Pemdes Manting saat dikonfirmasi mengaku telah berkirim surat permohonan perbaikan terkait kerusakan dinding penahan sungai yang terkena erosi hingga menyebabkan tanah di bawah jalan cor ambles.

“Kami sudah berkirim surat permohonan perbaikan ke Camat yang diteruskan ke PUPR Kabupaten Mojokerto dan telah ditindaklanjuti kini masih rapat koordinasi untuk membahas solusinya,” ujarnya.(iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Senin, 19 April 2021
32o
Kurs