Jumat, 30 Oktober 2020

Jokowi Presiden Instruksikan Komite Penanganan Covid-19 Menyusun Detail Rencana Vaksinasi

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden memimpin rapat kabinet virtual, Senin (28/9/2020), dari Istana Bogor, Jawa Barat. Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden memerintahkan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, menyusun rencana penyuntikan vaksin Anti Virus Corona kepada masyarakat.

Dalam rapat kabinet virtual yang berlangsung siang hari ini, Senin (28/9/2020), Presiden meminta laporan persiapan vaksinasi yang detail, dua pekan mendatang.

Rencana tersebut, kata Jokowi, antara lain mencakup waktu dan lokasi vaksinasi, pihak yang menyuntikkan vaksin serta siapa yang akan mendapatkan vaksinasi pertama kali.

Presiden menegaskan, perencanaan yang matang diperlukan supaya proses vaksinasi bisa segera dimulai begitu vaksinnya sudah tersedia.

“Saya minta rencana vaksinasi, rencana suntikan vaksin, direncanakan secara detail, seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail. Kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama, semuanya harus terencana dengan baik. Sehingga, saat vaksin ada tinggal langsung implementasi, pelaksanaan di lapangan,” ujar Presiden.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia mengambil dua jalur untuk mendapatkan vaksin khusus Covid-19.

Jalur pertama, pengembangan Vaksin Merah Putih oleh Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional bersama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Jalur kedua, kerja sama dengan negara lain. Dari jalur kedua, sedikitnya ada tiga kandidat Vaksin Covid-19 yang masih dalam tahap uji klinis.

Pertama, vaksin hasil kerja sama PT Bio Farma perusahaan farmasi milik negara dengan Sinovac Biotech perusahaan farmasi China.

Kandidat kedua, vaksin hasil kerja sama PT Kimia Farma dan PT Indo Farma, dengan G42 aliansi perusahaan farmasi Uni Emirat Arab.

Lalu, kandidat ketiga, vaksin hasil kerja sama PT Kalbe Farma dengan Genexine Consortium perusahaan farmasi asal Korea Selatan.

Sebelumnya, Jokowi Presiden mengatakan Indonesia akan memiliki sebanyak 290 juta dosis Vaksin Covid-19 sampai akhir tahun 2021.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari vaksin yang akan diproduksi di dalam mau pun luar negeri. (rid/ang)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Jumat, 30 Oktober 2020
28o
Kurs