Jumat, 19 Juli 2024

Luhut Akan Minta Tambahan 20 Juta Dosis Vaksin dari UEA

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Luhut Binsar Pandjaitan Menko Kemaritiman dan Investasi. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bilang, dia akan berbicara dengan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk meminta tambahan 20 juta dosis vaksin Covid-19 tahun ini.

Luhut dalam Sarasehan 100 Ekonom secara daring di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (15/9/2020) bilang, Indonesia akan menerima 30 juta dosis vaksin Covid-19 di kuartal IV tahun ini. Dia berupaya mendorong jumlahnya sampai 50 juta dosis.

“Kami coba sampai ke 50 juta (dosis). Nanti mungkin dari G42 dari Abu Dhabi ketemu. Saya nanti sore mau bicara sama Menteri Suhail (Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Al Mazrouei) mau minta tambahan 20 juta lagi masuk sini,” katanya.

Luhut mengatakan, tiga bulan ke depan adalah waktu krusial bagi Indonesia mengendalikan Covid-19. Menurutnya, Jokowi Presiden sudah memerintahkan dirinya agar fokus penanganan Covid-19 di delapan provinsi yang berkontribusi hingga 75 persen dari kasus nasional.

“Jadi kalau kita pakai strategi mengatasi itu, the rest (sisanya) menurut saya sih sangat terkendali sampai nanti kita dapat vaksin,” katanya.

Luhut menjelaskan, berdasarkan data terbaru, tingkat kesembuhan (recovery rate) di Indonesia mencapai 71,5 persen. Dia mengakui, di awal-awal merebaknya pandemi di Indonesia, sekitar Maret-April, penanganan tidak maksimal karena kondisi yang baru pertama kali terjadi.

“Tapi sekarang dengan berjalannya waktu kita makin paham bagaimana kira-kira kita bereaksi terhadap ini. Saya juga minta saudara-saudara sekalian tidak ada satu negara pun yang berani mengklaim mereka bisa mengendalikan ini dengan baik, pasti ada up and down-nya sama dengan kita,” katanya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan 30 juta dosis vaksin Covid-19 akan diterima Indonesia pada kuartal IV tahun ini sehingga kuartal I tahun depan sudah mulai dapat dilakukan vaksinasi.

“30 juta sudah komitmen untuk bisa diberikan di kuartal IV (2020) sehingga di kuartal I (2021) kita bisa melakukan vaksinasi subjek kepada keberhasilan dalam pengetesan pengujian klinis,” katanya dalam diskusi yang sama.

Airlangga menyatakan pemerintah sendiri menargetkan agar Indonesia mendapat akses antara 250 juta hingga 300 juta dosis vaksin Covid-19 hingga tahun depan.

Dia menjelaskan target itu akan dicapai melalui 10 sumber yakni Sinovac, G-42/Wuhan Institute Biological Products/Sinopharm, Astra Zaneca, GAVI/CEPI, dan CanSino Biological Inc./Beijing Institute Technology.

Kemudian juga dari BioNTech /Fosun Pharma/Pfizer, Modena/NIAID (National Institute of Allergy and Infrctious Diseases, Acturus Therapeutics/Duke-NUS, Genexine Korea, dan Vaksin Merah Putih.(ant/den)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Jumat, 19 Juli 2024
28o
Kurs