Senin, 3 Agustus 2020

Kejar Target Presiden, Pemprov Jatim Resmikan Sistem Rujukan Satu Pintu

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur meresmikan Sistem Rujukan Satu Pintu di Rumah Sakit Darurat Lapangan Jalan Indrapura Surabaya, Selasa (7/7/2020) sore. Foto: Istimewa

Jatuh tempo target presiden agar semua pihak di Jawa Timur bekerja sama menurunkan angka penularan Covid-19 selama dua minggu berakhir Kamis (9/7/2020) besok.

Sebelum target itu habis, sebelum Joko Widodo Presiden menagih permintaannya, Gugus Tugas Covid-19 Jatim meresmikan sebuah sistem yang menjadi andalan integrasi penanganan Covid-19.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur bersama Marsdya TNI Imran Baidirus Pangkogabwilhan II, juga jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jatim meresmikan Sistem Rujukan Satu Pintu.

Sistem rujukan rumah sakit yang dalam istilah bekennya disebut One Gate Referral System itu diresmikan di Rumah Sakit Darurat Lapangan Jalan Indrapura Surabaya, Selasa (7/7/2020) sore kemarin.

Dalam keterangan resmi yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (8/7/2020), Pemprov Jatim menyebut bahwa sistem ini merupakan inovasi mereka bersama Pangkogabwilhan II.

Sistem ini akan menyatukan sistem rujukan pasien di 99 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jawa Timur, juga RS Darurat Lapangan Indrapura. Tapi di tahap awal ini baru 31 RS Rujukan yang sudah terintegrasi.

Sisanya masih dalam proses koneksi dan integrasi data supaya sistem yang dikomandani Pangkogabwilhan II itu dapat memberikan informasi akurat ketersediaan tempat tidur di RS Rujukan secara real-time.

Pada praktiknya, semua Ruangan Isolasi Khusus (RIK) di setiap rumah sakit, ketersediaan ruang isolasi bertekanan negatif, ICU, juga HCU masing-masing RS rujukan Covid-19 akan termonitor.

Khofifah berharap, dengan kehadiran sistem baru ini kondisi kamar dan pasien di 31 RS Rujukan di tahap awal ini terpetakan dan terpantau real time sehingga mempercepat pendistribusian pasien dan pelayanan.

“Maka di dalam sistem ini semua akan terpetakan. Harapannya adalah ada distribusi pasien yang lebih memungkinkan memberikan percepatan layanan sesuai kualifikasi kondisi pasien,” katanya.

Prinsip dari sistem ini, menurut Khofifah, adanya kecepatan penanganan dan kecepatan pelayanan. Dua hal itu sangat berdampak pada kesembuhan pasien serta menurunkan angka kematian pasien.

“Prinsipnya adalah cepat dievakuasi, cepat dilayani, Insya Allah cepat sembuh. Ini pelajaran baik yang kita dapat dari RS Darurat Lapangan. Kecepatan evakuasi, kecepatan pelayanan akan cepat sembuh,” ujarnya.

Untuk mendukung operasional sistem ini, ada operator yang siaga 24 jam untuk mencarikan RS yang sedang kosong. Pasien juga bisa diarahkan ke RS yang sesuai, baik untuk kasus ringan, sedang, maupun berat.

“Dengan one gate referral system ini, harapannya masyarakat Surabaya Raya yang butuh layanan, sementara ini baru 31 rumah sakit rujukan, akan terkonfirmasi sesuai kebutuhannya,” kata Khofifah.(den/tin/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Senin, 3 Agustus 2020
29o
Kurs