Sabtu, 23 Januari 2021

Lengkapi Rumah Sakit Hadapi Covid-19, Ubaya Rancang Perangkat Dekontaminasi APD

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Penyerahan perangkat dekontaminasi APD secara langsung oleh Ir. Benny Lianto, MMBAT selaku Rektor Ubaya kepada pihak RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar, Senin (30/11/2020). Foto: Ubaya

Pembuatan perangkat dekontaminasi APD atau disebut Pakde Alpri merupakan wujud nyata Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Ubaya membantu tenaga medis sebagai garda terdepan lawan Covid-19.

Penyerahan perangkat dekontaminasi APD diberikan secara langsung oleh Ir. Benny Lianto, MMBAT selaku Rektor Ubaya kepada pihak RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar, Senin (30/11/2020).

Perangkat dekontaminasi APD merupakan rancangan dari tim PPM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Ubaya. Tim PPM yang terlibat dalam aksi nyata Ubaya For Indonesia yaitu Herman Susanto, S.T., M.Sc., Dr. Krisyanti Budipramana, S.Farm., M.Farm., Apt., Dr. Marisca Evalina Gondokesumo, S.H., M.H., S.Farm., M.Farm-Klin., Apt., Sunardi Tjandra, S.T., M.T., Vincent Kresna Aditama, Arif Sugiarto, Harda Grahita, Ivan Sunyoto, Samuel Eluzai Yedija, dan Xaverio Anggara Nugroho. Herman Susanto selaku Ketua Tim PPM Ubaya menyampaikan jika PPM Tematik Covid-19 Universitas Surabaya (Ubaya) ini berjudul Pembuatan Perangkat Dekontaminasi APD Untuk Rumah Sakit Umum Daerah Blitar.

Program pengabdian kepada masyarakat ini didukung penuh dan didanai oleh LPPM Ubaya dalam membantu tenaga medis di rumah sakit umum daerah yang masih minim mendapatkan fasilitas penanganan Covid-19. “Kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit sesuai kondisi riil yang dibutuhkan. Tentunya agar bermanfaat dan dapat digunakan dengan baik oleh tenaga medis,” ungkap Herman Susanto.

Herman, sapaan akrab Dosen Program Studi Teknik Mesin dan Manufaktur Ubaya menjelaskan bahwa perangkat dekontaminasi APD yang dibuat terdiri dari bilik disinfektan (disinfectant chamber) dan lemari UV (Ultra Violet). Menurutnya perangkat dekontaminasi APD buatan tim PPM Ubaya memiliki beberapa keunggulan khususnya dalam membantu tenaga medis dalam proses sterilisasi dan melepas APD secara mandiri.

Perancangan dekontaminasi APD telah dipersiapkan selama empat bulan sejak Juni hingga Oktober. Pada awalnya ide pembuatan berasal dari kebutuhan baju hazmat yang masih mengalami kelangkaan di beberapa wilayah. Akhirnya tim PPM Ubaya merancang lemari UV yang berguna untuk mensterilkan baju hazmat agar fungsinya tidak hanya sekali pakai.

“Seiring berjalannya waktu kami berkomunikasi dengan pihak rumah sakit. Ternyata ada masalah baru yang ditemukan yaitu sulitnya melepas APD. Kemudian kami membuat juga bilik disinfektan agar tenaga medis bisa melepas APD secara mandiri, tidak lagi dibantu orang lain dan tentunya aman dari virus,” jelasnya.

Cara kerja perangkat dekontaminasi APD dirancang agar lebih efisien dan praktis untuk digunakan tenaga medis. Langkah pertama, tenaga medis masuk ke dalam bilik disinfektan dengan menggunakan APD dan berdiri di tengah. Kemudian tunggu hingga kabut disinfektan keluar. Kabut disinfektan akan disemprotkan selama satu menit dan tenaga medis berputar 1-2 kali dengan posisi lengan terangkat. Setelah penyemprotan selesai, tenaga medis akan keluar dari bilik. Selanjutnya tenaga medis dapat melepas baju hazmat atau APD secara mandiri. Semua APD akan dicuci dengan fasilitas yang sudah tersedia di rumah sakit kemudian dikeringkan dan menggantungnya pada rak yang telah disediakan.

Langkah berikutnya, semua APD yang telah dicuci akan dimasukkan ke dalam lemari UV untuk proses sterilisasi dengan penyinaran menggunakan sinar UVC selama 30 menit. Proses sterilisasi berfungsi untuk menghilangkan semua jenis organisme hidup atau mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Ada 2 tombol pada lemari UV yaitu tombol on berwarna hijau dan tombol off berwarna merah. Jika indikator lampu menyala berwarna hijau maka proses sterilisasi sedang berjalan. Setelah selesai APD disimpan di ruang penyimpanan dan bisa digunakan kembali oleh tenaga medis untuk bertugas.

“Semoga melalui pengabdian masyarakat ini kami dapat menginspirasi banyak orang untuk saling peduli satu sama lain sekaligus membantu selama masa pandemi. Kami juga berharap alat yang kami buat bisa terus dikembangkan, tidak hanya difungsikan saat Covid-19 saja tetapi dapat digunakan seterusnya untuk sterilisasi APD di rumah sakit,” pungkas Herman.(tok/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Sabtu, 23 Januari 2021
31o
Kurs