Rabu, 25 November 2020

Libur Nyepi, Penumpang Terminal Purabaya Merosot

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Sudut jalur pemberangkatan terminal Purabaya, Bungurasih Sidoarjo saat sepi. Foto: Totok suarasurabaya.net

Bertepatan libur Nyepi, Rabu (25/3/2020) di terminal Purabaya, Bungurasih Sidoarjo tidak ditandai lonjakan jumlah calon penumpang, justru terpantau landai. Tidak ada antrian di terminal dan armada bus juga tidak terlihat disesaki penumpang.

Sejak sekitar pukul 08.00, kesibukan di terminal Purabaya yang biasanya cukup padat saat liburan, masih belum terlihat. Hanya ada beberapa orang saja yang melintas masuk melalui lobby terminal kemudian dicegat petugas terminal untuk diperiksa suhu tubuhnya.

Demikian juga di lantai dua atau ruang tunggu menuju jalur pemberangkatan juga terpantau sepi. Tidak lebih dari 5 orang calon penumpang saja yang duduk di bangku ruang tunggu. Dan lorong penghubung di lantai dua menuju jalur pemberangkatan bus juga terpantau sepi.

Di jalur pemberangkatan armada bus, beberapa orang duduk-duduk di depan jalur pemberangkatan tidak jauh dari tangga, menunggu calon penumpang masuk kedalam bus.

Padahal di saat-saat hari libur seperti libur Nyepi, Rabu (25/3/2020) ini, terminal Purabaya bisa disesaki ribuan calon penumpang. Tapi tidak untuk libur Nyepi tahun ini. Pantauan secara keseluruhan di kawasan terminal Purabaya, Bungruasih Sidoarjo pada libur Nyepi 1942, cenderung landai dan sepi.

Imam Hidayat Kepala Sub Unit (Kasubnit) terminal Purabaya, Bungurasih Sidoarjo membenarkan bahwa jumlah calon penumpang mengalami penurunan atau merosot bahkan sampai 5% dan terjadi sejak Kamis (19/3/2020) lalu. Dan brlanjut hingga libur Nyepi, Rabu (25/3/2020) ini.

“Libur nasional, keagamaan, penumpang berjubel. Catatan kami antara 30.000 sampai dengan 32.000 penumpang. Tapi libur Nyepi tahun ini, betul-betul merosot tajam. Meskipun belum keluar angkanya, sejak pagi tadi sudah sepi calon penumpang yang datang,” terang Imam Hidayat.

Oleh karenanya, lanjut Imam terpantau armada bus yang keluar dan berangkat dari jalur pemberangkatan terminal nampak sepi penumpang dan tidak ditandai dengan penumpang yang berdesakan seperti saat hari libur pada umumnya.

“Catatan kami sejak Kamis (19/3/2020) calon penumpang hanya dikisaran 23.000 sampai dengan 25.000 saja. Padahal setiap hari terminal Purabaya biasanya dilintasi sekurangnya 29.000 calon penumpang. Dan saat liburan, catatan kami sekitar 30.000 sampai dengan 32.000 bahkan kadang tembus 35.000 penumpang. Libur kali ini tidak,” kata Imam.

Pandemi Covid 19 memang masih menjadi bahan pembicaraan dan menjadi satu diantara pemicu menurunnya berbagai aktivitas masyarakat termasuk mereka yang ingin bepergian melalui terminal Purabaya, akhirnya juga membatalkan diri.

Sukardi warga Nganjuk, yang turun dari sebuah bus di jalur kedatangan terminal Purabaya, Rabu (25/3/2020) mengaku terpaksa datang ke Surabaya karena ada kerabat yang sedang sakit dan perlu dijenguk.

“Kalau tidak penting, kalau bukan ada keluarga yang sakit, saya juga nggak mau pergi-pergi. Katanya ada virus corona itu. Ini karena ada keluarga yang sakit, ya terpaksa harus berangkat ke Surabaya,” tegas Sukardi.(tok/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
28o
Kurs