Kamis, 3 Desember 2020

Lurik dan Kebaya Mewarnai Peringatan Sumpah Pemuda Pesepeda Jakarta

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ilustrasi. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, pesepeda di wilayah Jakarta dan sekitarnya melakukan gowes bareng dengan jersey lurik dan kebaya sebagai ciri khas Indonesia, Rabu (28/10/2020). Foto: Dok/Faiz suarasurabaya.net

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia memang sempat membuat aktivitas masyarakat menjadi terbatas.

Momentum-momentum peringatan hari-hari besar nasional juga sempat terlewatkan akibat pandemi tersebut.

Tetapi seiring dengan waktu, aktivitas masyarakat mulai pulih kembali dan tentu menjaga imunitas tubuh menjadi prioritas utama untuk melawan Covid-19, diantaranya dengan berolahraga sepeda.

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, sekitar 140 pesepeda di wilayah Jakarta dan sekitarnya melakukan gowes bareng dengan jersey lurik dan kebaya sebagai ciri khas Indonesia.

Novita Purbasari Ketua Perempuan Indonesia Bersepeda (PIB) mengatakan, latar belakang diselenggarakannya gowes bareng pada hari Sumpah Penuda ini adalah memberi semangat bagi pemuda melawan Covid-19. Jangan sampai Covid-19 menyurutkan semangat mereka.

“Latar belakangnya gini, tanggal 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda. Karena ada pandemi Covid-19 ini jangan menyurutkan semangat kita sebagai pemuda Indonesia untuk tidak beraktivitas, karena kita harus menjaga kesehatan dengan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker,” ujar Novi di kawasan FX Sudirman, Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, pesepeda di wilayah Jakarta dan sekitarnya melakukan gowes bareng dengan jersey lurik dan kebaya sebagai ciri khas Indonesia, Rabu (28/10/2020). Foto: Faiz suarasurabaya.net

Novi berharap, semua orang, khususnya pemuda bisa melakukan sedikit kebaikan yang bisa bermanfaat bagi orang lain, termasuk para pesepeda.

“Jangan dengan adanya Covid ini kita ngerasa bahwa kita tidak bisa melakukan apa-apa. Lakukan sedikit kebaikan supaya bermanfaat bagi orang lain. Kita akan lebih maju untuk melangkah, dan pastinya semangat kita ini untuk bersepeda yang lebih baik,” jelasnya.

Alasan memakai lurik dan kebaya, kata Novi, karena baju ini khas Indonesia dan sudah banyak yang memakai. Selain itu, mereka memutuskan memakai lurik dan kebaya karena waktu peringatan hari Kartini April lalu sempat batal karena pandemi Covid.

“Karena kebaya lurik itu ciri khas bangsa Indonesia yang kebetulan kita juga suka mengenakannya. Hari Kartini sudah kita pending, makanya sekarang kita pakai pas hari sumpah pemuda, dan kebetulan kebaya serta lurik sudah banyak yang punya,” kata Novi.

Novi menjelaskan, untuk rute yang mereka tempuh sekitar 20 km dengan melewati gedung Sumpah Penuda.

“Rute kita ke gedung Sumpah Pemuda, disana ada upacara, tapi kita tidak boleh lama-lama disana. Kita foto sebentar dan langsung menuju Finish di satu tempat jalan MT Haryono. Ya sekitar 20 Km dari FX Sudirman,” tegasnya.

Novi mengatakan, mereka sudah biasa rutin melakukan gowes bareng untuk peringatan-peringatan hari besar nasional, dan yang terdekat adalah hari Pahlawan 10 November nanti. Tujuannya adalah memupuk jiwa nasionalisme.

“Meskipun Covid, kita tetap semangat untuk mengajak teman-teman agar bisa terus mengingat dan memperingati hari-hari penting nansional, dengan harapan bisa menambah motivasi kita sebagai bangsa Indonesia dan punya jiwa nasionalisme yang tinggi,” kata dia.

Untuk pesertanya kali ini, menurut Novi, adalahumum, tidak membeda-bedakan komunitas tertentu. Yang penting para pesepeda bisa bersama-sama dan bangkit bersama serta berjuang untuk lebih baik.

Terkait maraknya begal sepeda, Novi menyarankan kepada para pesepeda untuk tidak sendirian saat bersepeda dan tidak perlu membawa barang-barang mewah, apalagi mencolok yang bisa memicu tindak kejahatan.

“Saya menyarankan kepada teman-teman untuk tidak bersepeda sendirian dan tidak memakai sesuatu yang menyolok atau yang membuat orang ingin mengambil. Jadi jangan bawa barang-barang mewah. Kita harus bisa menjaga diri karena tidak sepenuhnya mengandalkan petugas keamanan,” pungkas Novi.(faz/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah, 12 PMK Di lokasi

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Surabaya
Kamis, 3 Desember 2020
27o
Kurs