Jumat, 30 Oktober 2020

Mahasiswa di Asrama ITS yang Batal Mudik Dapat Bantuan Bingkisan Lebaran

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Pemberian bingkisan lebaran bagi penghuni asrama ITS yang batal mudik dari Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS pada Sabtu (23/5/2020). Foto: Istimewa

Mahasiswa di asrama ITS Surabaya yang batal mudik mendapat bantuan bingkisan lebaran dari Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS pada Sabtu (23/5/2020).

Triyanto Ketua YMI ITS mengatakan, masih banyak mahasiswa ITS yang tinggal di asrama ini batal mudik di tengah kondisi pandemi Covid-19. Alasannya beragam, mulai dari PSBB di daerah, orang tua yang terdampak Covid-19, sampai inisiatif untuk tidak membawa resiko penularan.

“Ada yang karena PSBB, ada yang karena dampak corona orang tuanya, ada juga yang karena dilarang pulang karena takut tertular atau menulari. Nah, mereka ini saat lebaran disini, ortunya jauh, beberapa juga ada kendala finansial. Kita berinfiaiatif, YMI ITS memberikan bantuan mereka, semoga bantuan ini bisa (menjadi) sedikit obat disaat lebaran besok,” ujarnya pada Sabtu (23/5/2020).

Selain seratus bingkisan berisi sejumlah makanan seperti roti, biskuit, susu, mie, dan buah, para mahasiswa ini juga mendapat bantuan uang pulsa. Triyanto berharap, uang pulsa tersebut bisa dipakai untuk berkomunikasi dan melepas kerinduan bersama keluarga saat lebaran tiba.

“Kita juga berikan uang pulsa. Moga-moga bisa menjadi sarana komunikasi dengah keluarga mereka. Sehingga mengobati kerinduan pada keluarga,”jelasnya.

Anisa Amalia Nur Ibrahim mahasiswa Teknik Industri, salah satu mahasiswa mengaku senang mendapatkan bantuan ini. Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang membuatnya terpaksa batal berlebaran langsung dengan keluarga, bingkisan makanan dan pulsa bisa dia pakai untuk melepas rindu dengan keluarga.

Sebenarnya, daerah asalnya tidak jauh, yaitu Gresik. Tapi, keluarga sudah mewanti-wanti, karena ada PSBB dan kondisi wabah, ia diminta tidak pulang untuk keamanan.

“Saya tidak pulang sebenarnya menunggu ujian. Tapi ternyata ada PSBB, sama keluarga juga tidak boleh pulang demi keamanan. Padahal hanya 1 jam perjalanan. Sama orang tua juga diminta tetap di kampus,” katanya.

Selain Anisa, sejumlah mahasiswa lain dari berbagai daerah seperti Jakarta, Batam, Lampung, sampai luar negeri seperti Afganistan dan Rwanda masih berada di asrama ini akibat pandemi Covid-19. (bas/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Jumat, 30 Oktober 2020
29o
Kurs