Senin, 1 Maret 2021

Perangi Hoax Soal Covid-19, ITS Bagikan Platform Khusus

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Ilustrasi melawan hoax tentang Covid-19. Foto: ayosemarang.com

Sejak pandemi terjadi Hoax soal Covid-19 bertebaran.  Melawan itu, ITS bersama Esri Indonesia, Rabu (29/4/2020) luncurkan platform khusus perangi hoax Covid-19.

ITS bekerjasama dengan Esri Indonesia luncurkan platform khusus, Rabu (29/4/2020) memerangi hoax seputar Covid-19 yang terus berkembang dan beredar di tengah masyarakat.

Lalu Muhammad Jaelani ST MSc PhD, Koordinator Tim Logistik dan Aksi Lapangan Tim Teknis Kesiagaan Penanganan Covid-19 ITS menyampaikan, sebelumnya Esri Indonesia telah bekerja sama dengan ITS sejak tahun 2014 dalam menyediakan lisensi tanpa batas (by request) untuk mahasiswa, dosen dan pihak yang terikat dengan ITS.

Seperti halnya gempa bumi yang terjadi di Lombok tahun 2018 lalu, ITS bersama Esri Indonesia berhasil melakukan aksi tanggap bencana.

Satu diantara yang terkait dengan manajemen pembangunan hunian sementara (Huntara) di lokasi bencana. “Ini ditujukan agar progres pembangunan Huntara ITS saat itu dapat dipantau dan tidak tumpang-tindih,” terang Lalu Muhammad Jaelani.

Esri bergerak dalam bidang penyediaan platform pemetaan dan analitika berbasis spasial dengan brand ArcGIS yang meliputi platform desktop, server, mobile dan online.

Dosen yang menamatkan pendidikan doktornya di University of Tsukuba, Jepang tersebut berpendapat bahwa Esri merupakan satu-satunya platform yang paling siap dengan fasilitas yang lengkap. “Platform tersebut dapat diakses dengan mudah oleh user (end-user) sesuai dengan penyedianya,” kata Lalu.

Seperti halnya pendataan mahasiswa ITS periode 3-5 April 2020 lalu, user dapat mengaksesnya pada laman https://arcg.is/TeK8q. Dari hasil survei tersebut didapat data-data keberadaan mahasiswa, kondisi kesehatan, serta riwayat kontak yang dilakukan oleh mahasiswa.

Diketahui, sebanyak lebih dari 70 persen mahasiswa telah berada di kampung halaman, sedangkan 30 persen lainnya, yaitu 67 mahasiswa masih berada di sekitar kampus ITS.

Dari ke 67 mahasiswa tersebut, beberapa diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Solo, Jogja, hingga Malang. “Ke 67 mahasiswa tersebut pun mengaku memiliki gejala,” papar dosen Departemen Teknik Geomatika tersebut.

Data tersebut selanjutnya akan dipergunakan dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait di ITS dengan koordinasi melalui Tim Teknis Kesiagaan Penanganan Covid-19 ITS.

Dengan begitu, pihak kampus dapat melakukan aksi tanggap dengan cepat dan efektif. Saat ini, rangkuman data dari survei tersebut beserta informasi seputar Covid-19 dapat dilihat dengan mudah pada https://www.its.ac.id/id/survei-covid-19/.

Lalu menerangkan bahwa platform tersebut tak hanya dilengkapi dengan fitur lengkap serta fasilitas survei yang mudah digunakan oleh masyarakat, meski memiliki infrastruktur internet yang terbatas.

“Dari sisi pengelola, kami (ITS bersama Esri Indonesia, red) dimudahkan dalam menganalisis secara cepat serta menyajikan data secara online kepada para donatur,” papar Lalu.

Platform ini, lanjut Lalu memiliki dua prinsip utama, yakni mudah bagi para surveyor di lapangan, serta cepat dan akurat bagi pengambil kebijakan. “Selain itu, platform ini mudah dipantau oleh pihak ketiga, yakni donatur dan lembaga kemanusiaan lainnya,” tegas Lalu.

Lalu berpesan agar mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta seluruh warga ITS mengikuti protokol keselamatan yang ada. “Dengan menjaga kesehatan diri dan lingkungan tempat tinggal masing masing, maka wabah ini dapat diatasi dengan baik,” pungkas Lalu.(tok/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Terguling dan Muatannya Tumpah

Surabaya
Senin, 1 Maret 2021
25o
Kurs