Sabtu, 28 November 2020

Massa Getol Jatim Tiba di Grahadi, Umpat Omnibus Law dan Teriak Revolusi

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Orator massa Getol Jatim telah menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR RI berkaitan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law. Foto: Anton suarasurabaya.net

Ribuan massa gabungan buruh, mahasiswa, petani, dan rakyat miskin kota dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol Jatim) tiba di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya pada Selasa (20/10/2020) sekira pukul 16.00 WIB.

Massa yang terdiri dari beragam serikat pekerja, aliansi mahasiswa dan organisasi masyarakat lainnya akan memusatkan aksi di depan Gedung Negara Grahadi.

Mereka mendesak agar pemerintah membatalkan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law dan mendesak presiden segera mengeluarkan Perppu.

Sejumlah massa perempuan membawa tampah yang dihias membentuk tulisan tagar Mosi Tidak Percaya berada di barisan paling depan.

Koordinator melalui pengeras suara menyerukan Massa Getol tidak memakai kekerasan untuk menolak Omnibus Law.

Dalam lantunan lagu mereka menyanyikan bahwa ini Jawa Timur bukan Ibu Kota, bahwa ini Indonesia bukan Amerika, dalam bahasa jawa, lalu mengakhiri lagu dengan mengumpat Omnibus Law.

Koordinator Aksi Getol dari mobil komando juga beberapa kali menuntun agar massa menyanyikan lagu cabut Omnibus Law.

Korlap di mobil komando berorasi soal Undang-Undang Omnibus Law yang sampai sekarang salinan Undang-Undang yang disahkan 5 Oktober itu menurut mereka belum jelas.

Masyarakat tidak bisa mengakses salinan Undang-Undang itu sehingga Korlap bertanya, Omnibus Law pemerintah bikin undang-undang atau ngajak petak umpet rakyat.

Tidak jarang terdengar massa aksi bergiliran menyerukan revolusi.

Polisi membagi-bagikan masker untuk pengunjuk rasa di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya pada Selasa (20/10/2020) sore. Foto: Denza suarasurabaya.net

Sementara itu, pihak kepolisian menyampaikan imbauan melalui spanduk. Mengajak pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi tanpa melanggar aturan.

Salah satu perwira Polrestabes Surabaya juga sempat membagi-bagikan masker untuk pengunjuk rasa.(den/iss)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Truk Trailer Mogok di Flyover Trosobo

Proses Pencarian Korban Tenggelam di Taman Sidoarjo

Surabaya
Sabtu, 28 November 2020
27o
Kurs