Jumat, 3 Desember 2021

Pangdam V Brawijaya: Kondisi Covid-19 di Surabaya Mendekati PSBB

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Mayjen TNI R Wisnoe Boedi Pangdam V Brawijaya (tengah) dalam konferensi pers di Grahadi, Rabu (15/4/2020). Foto: Denza suarasurabaya.net

Mayor Jenderal TNI R Wisnoe Prasetja Boedi Panglima Kodam V/Brawijaya memandang, kondisi penyebaran Covid-19 di Jatim, terutama di Surabaya, sudah mendekati kriteria daerah yang perlu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Rabu (15/4/2020) malam dia menyatakan itu. Pencegahan penyebaran penyakit Covid-19 di berbagai daerah di Jawa Timur, kata Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jatim itu, sudah memerlukan partisipasi aktif seluruh warga Jatim.

“Kalau kita lihat semacam ini. Kondisinya, kan, sudah mulai mendekati ke yang dilaksanakan daerah-daerah lain ini. PSBB ini. Apakah dengan penambahan (kasus) seperti ini fasilitas kesehatan juga mampu menangani?” Katanya, merujuk pada sebaran kasus di Surabaya, dalam Peta Anatomi Covid-19 milik Polda Jatim.

Peta Anatomi Covid-19 Polda Jatim sebagaimana dijelaskan Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan Kapolda Jatim, adalah peta real-time sebaran kasus per kasus sejak kasus pertama Covid-19 di Jawa Timur, yang mana Surabaya sebagai episentrum.

“Ini menjadi pemikiran kita semua. Kita sudah dengar bersama, penjelasan Pak Kapolda tentang asal muasal permulaan masuknya di Surabaya, berikut penyebarannya. Ini perlu partisipasi aktif seluruh warga untuk menangani masalah virus corona bersama-sama,” ujarnya.

Pangdam mengaku prihatin melihat suasana di Surabaya di tengah pandemi Covid-19, di mana masyarakat Surabaya masih ramai di Jalan Raya, masih berkumpul di tempat-tempat tertentu seperti warung kopi dan kafe.

Dia menganggap, perlu adanya suatu garis komando, seperti dalam terminologi di dunia militer. Apa yang menjadi kebijakan pemimpin daerah (Gubernur) secara berjenjang dipahami bersama baik oleh pemerintah kabupaten/kota, camat, kepala desa, sampai RT dan tokoh masyarakat.

“Juga tokoh agama dan tokoh pemuda, semua harus satu pemikiran, satu visi. Kita semua harus meningkatkan kepedulian. Semua harus aktif. Karena kalau tidak, nanti akan lama kita mengatasi masalah virus korona ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, dia memohon agar seluruh masyarakat Jawa Timur, termasuk masyarakat Kota Surabaya, bersama-sama meningkatkan partisipasi, sehingga pandemi Covid-19 di Jawa Timur bisa diatasi dalam waktu dekat ini.

Perlu diketahui, Kodam V Brawijaya bersama Polda Jatim telah bersepakat untuk menerapkan isolasi terbatas di sejumlah wilayah Surabaya Utara, di mana peningkatan kasus Covid-19 sangat signifikan, dan menjadi daerah mula-mula penyebaran virus SARS CoV-2 di Jatim.

Isolasi terbatas yang akan diterapkan ini, seperti dijelaskan Luki Hermawan Kapolda Jatim, adalah pengetatan pemahaman bagi masyarakat di wilayah seperti Jalan Gresik di sekitar Pasar PPI, agar mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap di rumah.

Ada 60 petugas gabungan Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya, selama pemberlakuan isolasi terbatas di kawasan Surabaya Utara, akan melakukan penyemprotan disinfeksi menggunakan sepeda motor di kampung-kampung.

Petugas gabungan ini juga akan terus melakukan patroli skala besar ke lokasi-lokasi tempat berkumpulnya masyarakat seperti di kafe dan warung kopi di Surabaya, dan menggelar rapid test on the spot di lokasi itu untuk meningkatkan kesadaran warga akan bahaya penyebaran Covid-19.(den/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
26o
Kurs