Minggu, 29 Mei 2022

Pemerintah Siapkan Anggaran Pasar Tradisional Saat New Normal

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Ilustrasi. Pasar Genteng, Surabaya memberlakukan physical distancing atau jaga jarak antar pedagang. Foto : Bangga Surabaya

Kantor Staf Presiden menyebut, pemerintah nantinya akan menyiapkan anggaran untuk membuat pasar tradisional tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 di era new normal atau tatanan normal baru.

“Saya kira pemerintah sudah menyiapkan anggaran cukup besar baik untuk menangani Covid-19 maupun dampak ekonomi dari pandemi tersebut. mengenai pasar tentu saja ada anggaran yang nanti pasti akan disiapkan untuk membuat pasar tersebut tidak menjadi kluster penyebaran Covid-19,” ujar Donny Gahral Adian Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) dalam diskusi daring di Jakata, Sabtu (6/6/2020).

Menurut dia, apakah nanti ada anggaran untuk drainase, membuka lahan baru supaya ada pengaturan jarak antar pedagang, penyediaan tempat cuci tangan bagi konsumen yang datang, dan sebagainya.

“Hal-hal semacam itu tentunya menjadi perhatian karena yang paling penting adalah saat ini tempat-tempat publik harus melaksanakan protokol kesehatan dengan infrastruktur yang siap,” katanya, dilansir Antara.

Selain itu, Donny juga menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo memerintahkan agar protokol kesehatan lebih diperhatikan. Kemudian berbagai persiapan juga harus dilakukan agar pasar tradisional tidak menjadi kluster penularan Covid-19.

“Terkait dengan pasar tradisional memang betul sekali, karena ini tempat yang paling ramai dan kemudian masyarakat yang berbelanja merupakan kelas menengah ke bawah, maka tentu saja pemerintah akan memfokuskan perhatian pada pasar tradisional yang jumlahnya cukup banyak,” kata Tenaga Ahli Utama tersebut.

Donny menyampaikan bahwa perhatian itu ada dan sekali lagi yang paling penting sekarang semua pemangku kepentingan harus bekerja sama untuk memastikan protokol di semua sektor, khususnya di pasar tradisional ini dijalankan dengan disiplin.

“Karena kalau protokol kesehatan ini tidak dijalankan dengan disiplin di pasar tradisional seperti tidak menggunakan masker atau rajin mencuci tangan maka percuma saja. Saya kira nanti ada suatu sistem yang dibuat supaya hal-hal semacam itu bisa dihindari,” ujarnya. (ant/ang/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
27o
Kurs