Minggu, 7 Maret 2021

Pemkot Surabaya Gelar Tes Massal ke Pasar Pabean, 47 Orang Reaktif

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Rapid dan swab tersebut digelar Pemkot Surabaya di Pasar Pabean, Sabtu (25/7/2020). Foto: Humas Pemkot Surabaya

Setelah menggelar rapid test dan swab masal di Pasar Keputran Utara dan Pasar Keputran Selatan, kali ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melakukan tes masal yang ditujukan kepada pasar tradisional. Rapid dan swab tersebut digelar di Pasar Pabean, Sabtu (25/7/2020).

Eddy Christijanto Kepala Satpol PP mengatakan total ada 347 orang yang di rapid test. Mereka terdiri dari pedagang ikan di Pasar Pabean dan di Jalan Panggung. Selain itu, pengunjung serta supplier ikan yang sedang mengirim ikan basah juga ikut dirapid.

“Hasilnya, dari 347 orang tersebut, 47 orang hasil rapid test-nya adalah reaktif. Mereka yang dinyatakan reaktif langsung dilakukan swab test. Mereka yang reaktif kan belum tentu positif covid-19. Tetapi sementara ini mereka diinapkan di hotel untuk isolasi sambil menunggu hasil swab keluar,” ungkapnya berdasarkan rilis yang diterima suarasurabaya.net, Minggu (26/7/2020).

Ia menjelaskan rapid test disertai swab ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan serupa di Pasar Keputran Utara dan Pasar Keputran Selatan. Menurutnya, Pemkot Surabaya memang gencar untuk menekan potensi penyebaran Covid-19. Salah satu sasarannya adalah pasar-pasar tradisional.

“Sehingga kita melakukan testing di pasar yang ada di Kota Surabaya. Kemarin Keputran, sekarang di Pabean. Tujuan kita adalah untuk melihat langkah apa yang harus dilakukan,” terangnya.

Tidak hanya itu, upaya ini masih akan terus berlanjut. Selain di Pasar Keputran Utara, Pasar Keputran Selatan dan Pasar Pabean, rapid test dan swab test sangat memungkinkan dilakukan di pasar tradisional yang lain. “Selanjutnya kita akan terus bergerak. Kita akan melihat potensi mana yang memang harus kita treatment,” lanjut mantan Kepala BPB Linmas ini.

Bahkan, Pemkot Surabaya tidak henti-hentinya mengimbau agar seluruh warga menerapkan protokol kesehatan. Terutama di masa pandemi Covid-19 ini, Eddy menegaskan warga harus patuh memakai masker, sering cuci tangan memakai sabun dan air mengalir, serta saling menjaga jarak diamana pun berada.

“Untuk kegiatan dilakukan sekitar tiga jam mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan dilaksanakan di sisi Kalimas yang berseberangan dengan Jembatan Merah Plasa,” tegasnya.

Eddy menceritakan personel dari Satpol PP, BPB Linmas, tenaga medis dari Dinas Kesehatan, TNI serta kepolisian ini angsung berpencar. Mereka bertugas menutup seluruh akses masuk dan keluar dari kawasan itu. Hasilnya, banyak orang yang ingin menghindar berusaha pergi. Tetapi mereka tidak bisa ke mana-mana karena akses jalan sudah ditutup. “Mereka hanya diizinkan keluar dari lokasi itu jika memiliki bukti surat telah mengikuti rapid test dan hasilnya dinyatakan non-reaktif. Akhirnya, mau tidak mau mereka pun mengikuti rapid test,” urainya.

Sementara itu, Mustajab Ali Munir Kepala Pasar Pabean mengatakan sasaran rapid test dan swab test adalah pedagang ikan. Ia menerangkan pedagang ikan di Pasar Pabean sekitar 150 orang.“Dari pendataan kami, dari pedagang Pasar Pabean yang di-rapid test, lima yang hasilnya reaktif,” katanya.(bas/tin/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Cemengkalang Banjir

Kemacetan di Ngasinan

Kepadatan di Tol Sidoarjo

Sampah di dekat GOR Gapura Unesa

Surabaya
Minggu, 7 Maret 2021
31o
Kurs