Kamis, 13 Agustus 2020

Pemkot Surabaya Segera Gelar Lagi Rapid Test Massal di Beberapa Tempat

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Bantuan sejumlah alat kesehatan dari Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI yang diterima Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya hari ini di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (17/05/2020). Foto: Humas Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya segera menggelar lagi rapid test massal di beberapa tempat di Surabaya. Hal ini menindaklanjuti bantuan sejumlah alat kesehatan dari Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI yang diterima Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (17/05/2020).

Selain bantuan Alat Rapid test sejumlah 10.200 pcs, alkes yang diterima diantaranya ada 4000 pcs Gloves, 2000 pcs Disposable Protective Mask, 1000 pcs Disposable Mask (Daily Use), dan 30 pcs Infrared Temperature .

Risma mengaku, mempunyai peta sebaran Covid-19 di beberapa wilayah Surabaya, mulai dari nama maupun alamat tempat tinggalnya.

“Jadi kita sudah punya petanya, kan kita sudah tahu pasiennya, alamatnya di mana. Maka kita dorong yang daerah-daerah rawan, yang terutama tingkat pandemisnya tinggi itu kita rapid test dulu. Nanti jika hasilnya reaktif, maka kita langsung swab,” katanya pada Minggu (17/5/2020).

Meski begitu, kata dia, jika setelah dilakukan swab hasilnya negatif, maka orang tersebut tetap harus menjalani isolasi selama 14 hari. Sedangkan, jika dalam pemeriksaan diketahui positif dari hasil swab, maka dia langsung dikirim ke rumah sakit rujukan untuk dilakukan perawatan intensif.

“Kita swab sudah sekitar 800 sekian. Kalau untuk rapid test kita sudah 10 ribu sekian per hari ini, tapi untuk yang reaktif sekitar 1000 sekian, jadi sekitar 10 persen. Nah, dari situ kemudian kita swab,” ungkapnya.

Risma mengungkapkan, dari hasil rapid test massal yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, di tempat yang banyak kasus Covid-19, saat dilakukan rapid test jumlahnya memang cukup banyak. Sedangkan ketika lokasi yang diketahui pandeminya kecil, saat dilakukan rapid test hasilnya terbilang sedikit.

“Jadi itu memang menggambarkan kondisinya. Setelah itu kita juga lakukan rapid test di beberapa pasar di seluruh Surabaya dan beberapa tempat yang kita anggap rawan,” katanya.

Di sisi lain, M Fikser Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya menambahkan, bantuan alkes yang diterima dari Kemenko Marves ini segera didistribusikan sesuai dengan kebutuhan.

“Alkes ini kita langsung salurkan sesuai dengan kebutuhan, sedangkan untuk alat rapid test kita gunakan ketika di lapangan,” pungkasnya. (bas/tin/ang)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Kamis, 13 Agustus 2020
33o
Kurs